Sudah Disediakan Lahan, Mampu Tampung Ratusan Mobil

BANTUL – Meningkatnya jumlah kendaraan, baik roda dua maupun empat belakangan ini me-micu bahu jalan menjadi tempat parkir. Setelah sebelumnya jalur lambat di sepanjang jalan Jen-deral Sudirman beralih fungsi sebagai tempat parkir dadakan. Sekarang tak terkecuali di depan RSUD Panembahan Senopati. Wakil Direktur RSUD Panembahan Senopati Yulius Suharto mengakui setiap jam pelayanan poli jumlah pengunjung di RSUD membeludak. Tak jarang hal tersebut memicu banyaknya ken-daraan yang parkir sembarangan di bahu jalan depan rumah sakit. “Ramainya mulai jam 07.00 sampai 14.00,” terang Yulius kemarin (19/9).
Yulius mengatakan sejatinya di pinggir jalan raya depan rumah sakit sudah terpasang rambu lalu lintas berupa larangan parkir. Hanya saja, tak se-dikit pengunjung maupun keluarga pasien yang mengabaikannya. “Ya mungkin pasien ingin cepat akhirnya parkir di bahu jalan,” ujarnya.Padahal, kata Yulius, rumah sakit juga sudah menyediakan area parkir khusus. Baik untuk ken-daraan roda empat maupun roda dua. Bahkan, area parkir untuk kendaraan roda empat kini di-perluas lagi. Itu menyusul permintaan Dinas Per-hubungan (Dishub) setelah rumah sakit pelat merah tersebut melebarkan bangunannya. “Mam-pu menampung 200 kendaraan roda empat dan tiga ribu kendaraan roda dua,” ujarnya.
Sementara itu untuk penanganan parkir semba-rangan, pihak rumah sakit telah meminta kepada pengelola dan security. Agar tak ada lagi parkir sembarangan di depan rumah sakit.Terpisah, Kepala Dishub Bantul Suwito menegas-kan persoalan parkir sembarangan membutuhkan penanganan bersama dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Dia mencontohkan, setiap izin pendirian bangunan swalayan, toko, instansi pemerintahan, maupun perkantoran lainnya juga harus mencantumkan ketersediaan lahan parkir.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Perizi-nan. Saat rumah sakit meminta izin pelebaran bangunan juga kita minta untuk memperluas area parkirnya,” tandasnya.Dia berpendapat salah satu langkah menganti-sipasi kemacetan di jalan raya adalah menata tempat parkir kendaraan. Idealnya, setiap swa-layan, toko, instansi pemerintahan maupun per-kantoran lainnya memang harus memiliki tempat parkir sendiri. (zam/ila/gp)

Sleman