SLEMAN- Para pelamar lowongan formasi di Sleman harus bersaing ketat. Itu demi memperoleh satu tiket lolos saringan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ya, dari total 39 formasi, hingga kemarin (16/9) tercatat ada 928 pelamar. Rinciannya, sebanyak 560 mendaftar formasi guru kelas dan 368 penyuluh Keluarga Berencana (KB). Jumlah pelamar bisa bertambah mengingat waktu pendaftaran online masih dibuka hingga hari ini (17/9) dan ditutup pada pukul 22.00. Dari jumlah pendaftar, 371 di antaranya telah
mengumpulkan berkas ke kantor Badan Kepegawaian Daerah. Sebanyak 283 pendaftar guru kelas dan sisanya penyuluh KB. “Pelamar dari luar Sleman banyak juga,” ungkap Kepala BKD Iswoyo Hadiwarno. Para pelamar dari luar Sleman didominasi warga Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Iswoyo mengingatkan para pelamar agar mencermati persyaratan pendaftaran dan benar-benar teliti dalam kelengkapan berkas. Sebab, kurang satu berkas saja, pendaftaran tidak bisa diproses. Nah, untuk hal tersebut terjadi beberapa kasus. Pelamar terpaksa harus kembali ke daerah asal untuk mencari kelengkapan syarat. “Bagi yang asalnya dekat mungkin tidak terlalu jadi masalah. Tetapi kalau jauh, kan, butuh waktu lama untuk lengkapi syarat CPNS,” katanya. Penyerahan berkas ditutup sampai Senin (22/9) pukul 13.00 di lower ground Gedung BKD dengan jam pelayanan 08.00 – 13.00 pada Senin – Kamis. Khusus Jumat pukul 08.00 – 11.00. Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test (CAT) di Badan Kepegawaian Negara Regional 1 Jogjakarta di Jalan Magelang, Mlati, Sleman. “Lokasinya pasti di BKN. Kalau waktunya masih menunggu jadwal dari pusat,” jelas Iswoyo.(yog/din)

Sleman