JOGJA – Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono mengaku senang melihat antusiasme 101 anak SD peserta lomba lukis bertema “Merapi Sahabatku”. Lomba lukis tersebut berlangsung di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Jalan Cendana Jogja, kemarin (7/9). “Kita dulu mungkin hanya menggambar dua gunung, horizontal dengan jalan, dan areal persawahan. Inspirasi dulu terbatas. Sedangkan sekarang banyak cerita soal gunung api yang bisa dikenalkan pada kanak-kanak,” kata Surono.Selain mengenal gunung berapi dengan sarana belajar seni lukis, anak-anakjuga dapat mengetahui aneka profesi terkait pengamatan gunung api maupun ahli gunung berapi. “Indonesia butuh banyak ahli,” ujarnya.
Menurut Mbah Rono, sapaan akrabnya, ada 120 lebih gunung berapi tersebar di Indonesia. “Profesi tidak sebatas insinyur saja,” ingatnya di sela melihat lomba lukis tersebut. Dengan demikian, orang tua bisa mengenalkan dan memberikan edukasi soal gunung api, karakter hingga mitigasi saatterjadi bencana. “Tadi menggambar gunung meletus, di sekitarnya masih hijau,” kata Rizal, siswa SD Godean 1 Sleman salah satu peserta.Lomba lukis tersebut merupakan bagian dari rangkaian pameran sains dan teknologi kegunungapian. Pameran digelar seminggu di kantor BPPTKG Jogjakarta.ra kami mulai Senin (8/9) besok (hari ini, Red) hingga Minggu 14 September,” ungkap Ketua Panitia Pameran Kusdaryanto kemarin.
Selama pameran, pengunjung bisa melihat dari dekat teknologi terkini pengamatan gunung berapi dan teknologi mitigasi kebencanaan geologi yang dikembangkan para peneliti di BPPTKG Jogjakarta.”Semua acara digelar gratis dan terbuka untuk umum,” tuturnya.Diharapkan, dari acara tersebut, pengunjung bisa belajar secara langsung dan menyaksikan proses pengelolaan informasi kebencanaan geologi. Dalam acara itu, panitia juga memutar film tentang gunung berapi setiap hari.Seperti Mahaguru Merapi yang baru selesai diproduksi,” katanya.Masih satu rangkaian dengan itu, BPPTKG juga menyelenggarakan aneka lomba. Di antaranya esai foto untuk kategori pelajar dan mahasiswa S1, lomba poster tingkat SMA dan sarasehan pendidikan kegunungapian bagi guru-guru SD.
Pembukaan pameran akan dilakukan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM M. HendrastKoordinator Volcano Edu 2014 Hanik Humaida menambahkan, sejumlah kegiatan sengaja didesain melibatkan banyak pihak sebagai mitra kerja dalam melakukan edukasi publik soal kebencanaan geologi.”Ada banyak informasi yang bisa diakses selama pameran,” katanya.Dari acara tersebut, pengunjung bisa belajar detail tentang teknologi kegunungapian. Dengan demikian dapat mengetahui kebutuhan pengamatan hingga teknis laboratorium kimia sebagai bahan pengambilan kebijakan mitigasi bencana geologi. “Termasuk letusan gunung api,” imbuhnya. (kus/din)

Sleman