TENTU tidak dengan mudah Nurdin bisa memperoleh tiket untuk berlatih sepak bola ke Eropa. Remaja 13 tahun itu harus berjibaku hingga berhasil menyisihkan ratusan atlet remaja lainnya se-Indonesia. Nurdin menjadi satu-satunya duta dari wilayah DIJ yang menjadi salah satu peserta akademi sepak bola internasional. Dua sekolah sepak bola paling kesohor di dunia bakal dijajaki oleh Nurdin. Pertama dia akan menimba ilmu di Akademi Ajax Amsterdam, Belanda. Lalu lanjut ke Akademi Barcelona, Spanyol. Rencananya, Nurdin akan berada di Belanda selama empat hari, sejak bertolak dari Indonesia pada 20 Oktober mendatang. Demikian pula di Spanyol, dijadwalkan empat hari pada 24-27 Oktober.
Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nurdin bisa lolos seleksi superketat yang diselenggarakan panitia di Indonesia. Tidak hanya fisik yang digembleng, tetapi juga teknik individu dan kedisiplinan. “Rutin berlatih dan berdoa,” ungkap Nurdin dengan ekpresi berbinar-binar, karena tidak menyangka bisa lolos ke Eropa. Nurdin yang tercatat sebagai siswa kelas 2 SMP Muhammadiyah I Depok terlihat sangat bersemangat. Tekad dan mimpinya terbang ke Eropa untuk bertemu dengan bintang-bintang sepak bola. Itulah yang mendorong putera pasangan Agus Mohnurdin dan Dwi Bekti Damawati itu semangat berlatih hingga mengikuti seleksi di Jakarta pada Mei lalu.
Sebelum berangkat ke Eropa, warga Dusun Ngentak, Caturtunggal, Depok tersebut masih harus menjalani training center (TC) di Bandung selama September. “Ya, senang bisa lolos,” tutur Nurdin yang berharap mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan atlet remaja lainnya selama di akademi Ajax dan Barcelona.Bukan hanya SMP Muhammadiyah I Depok yang bangga atas prestasi Nurdin. Bupati Sleman Sri Purnomo turut bahagia mendengar kabar rencana keberangkatan Nurdin ke Eropa. Terlebih, Nurdin bakal membawa nama harum Sleman di dunia internasional, khususnya bidang olahraga sepak bola.
Sri Purnomo menyuport penuh obsesi dan cita-cita Nurdin. “Itu berarti dari Sleman telah lahir bibit sepak bola bertaraf internasional,” ujar Sri saat beraudiensi dengan Nurdin dan manajemen SMP Muhammadiyah I Depok.Kendati begitu, Sri Purnomo berpesan kepada Nurdin agar tetap mengedepankan belajar secara akademik di sekolah, seiring menekuni sepak bola. “Jadilah pemain sepak bola yang benar-benar professional. Bukan hanya setengah-setengah. Tunjukkan bahwa dari Sleman telah lahir pesepakbola internasional,” tutur Sri. Prestasi Nurdin diharapkan bisa menjadi contoh semangat bagi remaja lain untuk giat berlatih olahraga sekaligus belajar. Dan jauh dari hal-hal negatif yang biasa hinggap pada masa usia remaja. (*/din)

Sleman