SLEMAN – Pemkab Sleman telah mengeluarkan Peraturan Daerah No 4/ 2014 tentang Pengelolaan Air Tanah. Salah satu tujuan perda ini adalah dalam rangka menjaga kelestarian air tanah. Selain itu juga dalam rangka mewujudkan kemanfaatan air tanah yang seimbang, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.Menurut Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral dinas Sumber Daya Energi, Air, dan mineral Kabupaten Sleman Fauzan Darmadi, pemakaian air tanah dan pengusahaan air tanah dalam rangka memenuhi kebutuhan air minum, rumah tangga, kegiatan usaha maupun pembangunan akan semakin meningkat. “Ini sejalan dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan kegiatan pembangunan,” kata Fauzan dalam Sosialisasi Perda No. 4 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Tanah, Jumat ( 29/8) di Aula Lt 3 Setda Kabupaten Sleman. Menurutnya, hal ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah yang dapat merugikan apabila tidak dilakukan pengelolaan secara bijaksana. Sosialisasi ini diikuti perwakilan dunia usaha, pemerintah desa, kecamatan, dan Kelompok informasi masyarakat se-Sleman.
Ditambahkannya, setiap orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan pemanfaatan air tanah wajib memiliki izin. Perizinan itu terdiri dari izin pemakaian air tanah, izin pengusahaan air tanah, izin usaha perusahaan pengeboran air tanah, dan izin juru bor.Di sisi lain, jika tidak memenuhi ketentuan perizinan akan dikenai sanksi administrasi. Sanksi administrasi tersebut dalam bentuk peringatan tertulis, penyegelan berupa tindakan paksa untuk mengajukan izin. Selain itu penghentian sementara, sebagian atau seluruh kegiatan pemanfaatan air tanah. Serta ganti rugi dan melakukan pemulihan air tanah.(/yog/din)

Sleman