SLEMAN – Ditresnarkoba Polda DIJ membekuk dua juru parkir (jukir) salah satu perguruan tinggi di Kota Jogja sebagai pembibit biji ganja. Penggrebekan itu merupakan serangkaian operasi peredaran narkoba dua bulan terakhir. Hasilnya, selain jukir tadi, 10 tersangka penyalahgunaan narkoba ikut dijaring. Direktur Reserse Narkoba Polda DIJ Kombes Pol Andy Fairan mengatakan, dua tersangka yang ditangkap berinisial Ud, 32, dan Ys, 33, berprofesi sebagai jukir disalah satu kampus ternama di Jogja. Saat ditangkap, keduanya sedang mengonsumsi ganja di TKP Sariharjo, Ngaglik, Sleman. “Kami kembangkan, ditemukan tiga pot yang ditaburi benih tanaman ganja. Termasuk sisa berupa ranting ganja seberat 10,8 gram,” kata Andy kepada wartawan, kemarin (25/7).
Ya, selama bulan puasa ternyata pengguna dan pengedar narkoba tetap melakukan aktifitas. Dalam kurun waktu ini, Ditresnarkoba Polda DIJ pun melakukan pengungkapan sebanyak 8 kasus laporan polisi. Dari laporan itulah, ditangkap 12 tersangka yang semuanya laki-laki dengan rata-rata usia dari 20 sampai 28 tahun.Kemudian, terkait benih tanaman ganja tersebut, pihaknya masih melakukan pendalaman. Dari pemeriksaan sementara, kedua jukir itu mendapatkan barang tersebut saat acara konser musik di Jogja. “Kami masih kembangkan, darimana benih tanaman ganja tersebut,” imbuhnya.Selain tiga pot yang diberi benih tanaman ganja, petugas juga menyita barang bukti ganja seberat 41,58 gram, sabhu-sabhu 2,4 gram.Kasubdit II Ditresnarkoba Polda DIJ, AKBP Parwoto mengungkapkan, untuk barang bukti sabhu-sabhu, hanya sisanya yang digunakan oleh tersangka. Saat ini, barang bukti tengah dilakukan pengecekan di Labfor Semarang. “Lokasi penangkapannya di Sewon, Bantul. Kami juga menyita alat bong,” kata Parwoto. (fid/din)

Sleman