SLEMAN – Demi kenyamanan pemudik, Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) menimbau para sopir tidak memaksakan diri untuk memacu kendaraan. Apalagi mengendarainya dengan ugal-ugalan. Itu berlaku bagi sopir bus angkutan umum maupun kendaraan pribadi. “Pemerintah telah menyediakan banyak rest area. Kalau capek atau mengantuk, ya, segera menepi dan istirahat sejenak,” ungkap SP disela peninjauan kesiapan petugas dan posko Lebaran di Terminal Jombor kemarin (24/7).
Di Sleman sedikitnya ada tiga jembatan timbang yang dialigfungsikan menjadi rest area. Yakni di Jalan Solo, Kalitirto, Berah; Tamanmartani, Kalasan (juga Jalan Solo), dan Kulwaru, Wates (Jalan Raya Jogja-Purworejo). Selain itu, masih banyak rest area yang bisa dimanfaatkan. Misalnya, di kantor-kantor pemerintahan yang berlokasi di tepi jalan, posko-posko Lebaran, hingga tempat istirahat yang digelar oleh perusahaan-perusahaan swasta. “Di Jombor juga ada posko kesehatan. Jagan sungkan untuk cek fisik sebelum berangkat,” imbaunya.SP mengingatkan, para sopir tidak hanya harus memperhatikan rambu-rambu lalu lintas permanen. Rambu petunjuk protabel juga tidak boleh luput dari perhatian. Itu guna menghindari kemacetan di titik-titik rawan macet, sekaligus untuk meminimalisasi kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Sleman Agoes Soesilo Endriatno mewanti-wanti para pemudik agar tidak menggunakan mobil pikap untuk mengangkut penumpang.Itu biasa terjadi saat masyarakat saling anjangsana silaturahmi antar keluarga. Dari pantauan Radar Jogja, bak mobil pikap digunakan untuk penumpang banyak dilakukan masyarakat pedesaan. Tapi tidak menutup kemungkinan mobil masuk ke jalan besar. “Itu bahaya, pemerintah melarang semua jenis kendaraan angkutan untuk membawa orang dalam bak muatan,” ujar Agoes.
Demikian pula bus angkutan umum, hanya yang dinilai layak jalan boleh untuk mengankut penumpang. Agoes mengatakan, setiap kendaraan angkutan Lebaran harus dilengkapi peralatan tanggap darurat. Berupa palu pemecah kaca, pemadam kebakaran, dan kotak P3K. Tanpa kelengkapan itu, petugas berwenang menunda keberangkatan bus membawa penumpang.Angkutan penumpang untuk pemudik tak harus menyesuaikan trayek. Dengan catatan, pengendara telah memperoleh izin insidentil yang bisa diurus di Terminal Jombor.Sementara itu, arus mudik sudah mulai tampak di Terminal Jombor mulai kemarin. Bus yang masuk terminal tercatat 247 unit. Jumlah itu hanya 11 unit lebih banyak dibanding sehari sebelumnya. Pemudik diperkirakan mencapai puncak pada H-2 Lebaran, Sabtu (26/7). Jumlah penumpang juga meningkat. Pada H-7 Lebaran terdata 5.031 penumpang turun di Jombor. H-4 kemarin tercatat 5.831 orang.(yog/din)

Sleman