SUDAH menjadi kebiasaan para pelancong yang datang ke wilayah Sleman dan Jogjakarta membeli bakpia untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh bagi keluarga. Bakpia Pathuk seolah telah menjadi brand yang tidak boleh ditinggalkan. Demikian pula Bakpia Aufa Wijaya yang juga membubuhkan label “Pathuk” pada kemasan produknya. Siapa pun bisa membeli bakpia pathuk di toko oleh-oleh manapun di wilayah Sleman. Tetapi, Aufa Wijaya hanya bisa diperoleh di outlet satu-satunya di Dusun Jethakan, Pendowoharjo, Sleman. Outlet ini merupakan kediaman pemilik usaha, Susianto. Tepatnya di depan Rumah Makan Jejamuran yang terkenal itu. Dari Jalan Raya Jogja-Magelang ke utara sekitar 700 meter dari simpang empat traffic light Beran.
Akbar Daru Kurniawan, salah seorang pengelola, menuturkan, Aufa Wijaya sengaja dijual hanya di satu outlet. Selain untuk meningkatkan brand image sebagai khas Sleman, langkah itu guna mengantisipasi permintaan pasar. “Kalau pesanan terlalu banyak, kami belum bisa memenuhinya,” ungkapnya.Aufa Wijaya menerima pesanan dalam partai besar maupun eceran. Hanya beli satu kotak pun dilayani. Isi kacang hijau menjadi andalan promosi. Selain memang rasa itu yang paling digemari oleh konsumen. Bakpia isi kacang hijau berjenis basah. Karena itu, saat masih panas harus diangin-anginkan dulu supaya tak cepat berjamur yang ditimbulkan oleh uap air. Bakpia ini bisa tahan sampai tiga hari. Sebagai pelengkap agar tidak membuat kecewa calon pelanggan, selain rasa original kacang hijau, tersedia pula bakpia kering aneka rasa. Di antaranya, keju, stroberi, melon, dan coklat.
Bakpia kering bisa tahan sampai tiga minggu. Konsumen menyukai bakpia ini karena teksturnya terkenal lembut dengan kulit lunak yang cenderung krispi.Setiap hari, bakpia Aufa Wijaya diproduksi sebanyak 150 kardus. Per kardus isinya 120 buah. Harga per kardus Rp 17 ribu. Khusus bakpia isi keju dijual Rp 26 ribu per kardus. “Memang lebih mahal karena kami pakai keju basah asli, bukan rasa,” katanya berpromosi.Untuk memenuhi pesanan, Aufa Wijaya bisa menghabiskan kacang hijau sampai 25 kilogram per hari. Tepung untuk kulit, rata-rata butuh 8-10 kilogram. “Jelang Lebaran permintaan melonjak empat kali lipat,” ungkap Daru.
Jika pada hari biasa, bakpia dikerjakan oleh tujuh karyawan, saat ini ditambah menjadi 12 orang. Usia produk produk berkemasan warna dominan hijau itu sudah 2,5 tahun. Awalnya, bakpia hanya dipasarkan secara door to door ke sekolah-sekolah atau perkantoran. Setelah dikenal banyak orang, barulah dibuka outlet di Pendowoharjo.Dibanding produk sejenis, Aufa Wijaya terbilang lebih miring harganya. Tentu saja, produk usaha kecil mikro (UKM) asli Sleman ini layak sebagai oleh-oleh bagi pemudik dari luar daerah.(*/din)

Sleman