SLEMAN – Guna mengantisipasi lonjakan permintaan gas elpiji, Pertamina menambah pasokan stok hingga 12 persen dari kebutuhan pada hari biasa. Saat ini, Sleman tercatat paling banyak memperoleh alokasi gas ukuran 3 kilogram dibanding wilayah lain di DIJ. Yakni mencapai 866.208 tabung.Wakil Ketua Hiswana Migas DIJ Yos Widiaksoro menilai, stok elpiji 3 kilogram bakal surplus. Atau sisa. Alasannya, peningkatan permintaan masih di bawah stok tambahan, yakni sekitar 5 persen.
” Lonjakan saya kira baru akan terjadi pekan ini,” katanya di sela pemantauan ketersediaan gas di agen-agen di Sleman kemarin (22/7).Kondisi itu meyakinkan Yos bahwa lonjakan permintaan gas bisa teratasi hingga H+7 Lebaran. Bahkan saat hari libur, stok tetap tersedia di agen-agen. Kepastian itu setelah Yos dan tim gabungan pengendali elpiji bersama Pemkab Sleman memantau kesiapan stok di agen-agen dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). “Lonjakan permintaan karena banyak pemudik. Setalah itu bakal normal lagi,” lanjutnya.
Agar tidak terjadi kenaikan harga gas di tingkat pengecer, pengriman gas dilakukan sebelum Lebatan. Selambat-lambatnya H-1.Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Mineral (ESDAEM) Sleman Sapto Winarno mengatakan, tidak bisa memprediksi harga elpiji sampai di tangan konsumen. Dari pengalamannya, kenaikan harga bisa dipicu keterlambatan pasokan stok di tingkat pengecer. “Semoga adanya penambahan stok tidak menyebabkan kenaikan harga secara berlebihan,” harapnya.
Menurut Sapto, penambahan stok elpiji 3 kilogram jelang Lebaran jauh lebih banyak dari perkiraan semula yang hanya 4 persen, seperti saat Juni. Yakni menjadi 32.800 tabung per hari. Sementara kebutuhan pada hari basa hanya 29.800 ribu tabung. Sedangkan elpiji 12 kilogram tidak ada penambahan stok. Tetap 162.936 tabung per bulan. Jumlah itu dirasa cukup untuk mencukupi kebutuhan saat Lebaran. “Ini supaya masyarakat tidak resah. Khususnya untuk kalangan menengah ke bawah,” ujarnya.(yog/din)

Sleman