SLEMAN – Perbaikan beberapa ruas jalan protokol di wilayah Sleman ternyata tidak menyeluruh. Sebagian tampak mulus dengan aspal baru, tetapi ada beberapa titik yang bopeng karena bekas lubang tidak tertutup dengan sempurna. Lubang jalan hanya ditambal sulam, sehingga menimbulkan semacam getaran saat terlindas kendaraan. Beberapa pengendara sepeda motor mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Sebab, bekas tambalan dianggap bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Kalau pakai mobil, sih, nggak terlalu terasa. Tetapi kalau motor, stang bisa oleng saat kena gundukan aspal tambalan lubang,” ungkap Supriyono, 23, di traffic light Tempel kemarin (13/7).
Lubang-lubang di sepanjang Jalan Raya Magelang-Jogja yang ditambal sulam memang cukup banyak dari kawasan Tempel sampai Beran di dua ruas jalan yang berlawanan arah. “Jalan nasional saja seperti itu. Bagaimana di jalan alternatif dan jalan kecil,” sindir warga Ngaglik itu. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Sleman Mirza Anfansury tak menampik banyaknya jalan berlubang di jalur mudik.
Lubang jalan makin parah jika musim hujan. Menurut Mirza, jumlah lubang saat itu bisa dua kali lipat dibanding musim kemarau. Lubang terjadi akibat tergerus air hujan. “Saat musim hujan selalu ada lubang-lubang baru di jalan,” ungkapnya.
Kendati begitu, secara umum jalur tersebut siap dilewat kendaraan pemudik. Termasuk jalur-jalur alternatif. Mirza juga belum pernah menerima laporan kecelakaan akibat jalan rusak. Namun, dia merasa was-was hal itu bisa terjadi jika tidak segera diperbaiki.
Mirza mengatakan, jalan rusak bakal diperbaiki sebelum puncak arus mudik pada H-7 Lebaran. Perbaikan juga dengan tambal sulam. Lantaran kegiatan itu termasuk pemeliharaan rutin. Dengan mengerahkan 3-6 tim per hari, Mirza optimistis jalan berlubang sudah tertambal sebelum waktu yang targetkan. “Itu sudah masuk agenda rutin dan anggatan tahunan dinas,” katanya.
Selain jalan, lanjut Mirza, instansinya tengah fokus dalam perbaikan jembatan rusak di enam lokasi. Yakni, Cebongan, Glondong, Jaban, Kendangan, Pedulan, dan Turen. Perbaikan dikebut supaya saat puncak mudik bisa dilalui kendaraan.
Namun, konsekuensi proyek perbaikan jembatan mengakibatkan kemacetan di titik tersebut. Kondisi terparah di Cebongan. Untuk mengantisipasi kemacetan, Mirza mengaku telah menyiapkan jalur alernatif.(yog/din)

Sleman