BANTUL – Panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA berjanji akan meningkatkan sosialisasi penerapan sistem pendaftaran online kepada masyarakat hingga ke tingkat bawah. Sebab, sosialisasi penerapan sistem online tahun ini baru ke tingkat kecamatan. “Tahun depan akan lebih kita giatkan lagi. Persoalan ada pada kesiapan masyarakat,” terang Kasi Kurikulum SMA Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Bantul Muh Ghozali kemarin (3/7).
Lagipula, penerapan PPDB online baru pertama kali tahun ini. Ghozali menyadari masih banyak orang tua yang kebingungan dengan mekanisme pendaftaran secara online. Tak sedikit orang tua yang mendaftarkan anak mereka melalui saluran internet di rumah. “Meskipun online pendaftaran hanya bisa dilakukan di sekolah setempat,” ujarnya.
Disamping itu, ada pula orang tua yang kebingungan dengan tata cara mencabut berkas pendaftaran. PPDB online menerapkan pembagian sekolah berdasarkan pengelompokan rayon. “Terbagi dua rayon,” sebutnya.
Dalam PPDB online ini setiap calon anak didik diberikan kesempatan memilih empat sekolah pilihannya. Itu untuk mengantisipasi jika calon anak didik tersebut tak diterima di sekolah pilihan pertamanya. Pada pendaftaran PPDB online terakhir kemarin (3/7) kuota jatah siswa di seluruh SMA negeri telah terpenuhi. “Berkasnya tanpa dicabut kan otomatis bergeser ke sekolah berikutnya,” ungkapnya.
Salah seorang calon wali murid Sutriono mengaku tidak mengetahui dengan mekanisme PPDB online. Seluruh tahapan pendaftaran dilakukan oleh anaknya sendiri. “Saya menunggu di sini untuk memantau nilai terendah berapa,” ungkapnya saat ditemui di SMA N 2 Bantul. Sedangkan anaknya yang bernama Dani Agung Wicaksono kala itu menunggu pergerakan nilai di SMA N 1 Sewon. Agar dia bisa bersiap-siap ketika nilainya tidak mampu bersaing untuk masuk di SMAN 2 Bantul. (zam/ila)

Sleman