BANTUL – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencanangkan para pengguna narkoba dan zat psikotropika lainnya ditangani melalui proses rehabilitasi. Mereka tidak seharusnya dijerat dengan pidana. Sebab, mereka yang mayoritas merupakan generasi muda adalah korban sindikat pengedar barang haram itu. “Penghuni penjara kira 90 persen merupakan pengguna narkoba,” terang Kasi Diseminasi dan Informasi BNN Provinsi DIJ Suharyono di sela acara Pentas Seni dan Budaya Dalam Rangka Hari Narkotika Internasional (HANI) 2014 di lapangan Paseban, Rabu (25/6) malam.
Pertimbangan lainnya adalah ketika para pengguna usai menjalani rehabilitasi mereka dapat menyembuhkan teman-temannya yang masih terjangkit zat adiktif. Menurutnya wacana rehabilitasi para pengguna narkoba akan digulirkan pada tahun ini. Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagai salah satu payung hukum bergulirnya wacana ini.Senada diungkapkan Kepala BNN Provinsi DIJ Budi Harso. Dia menyebutkan prevalensi penyalahgunaan narkoba se-Indonesia mencapai 2,2 persen atau sekitar 4 juta orang. Sedangkan di DIJ prevalensi 2,8 persen atau sekitar 69 ribu orang. “Secara nasional yang dapat direhabilitasi 18 ribu orang atau 0,4 persen. Di DIJ dalam setahun yang dapat direhabilitasi baru sekitar 300 orang,” urainya.
Angka tersebut dinilai sangat minim. Karena itu untuk mengoptimalkan proses rehabilitasi diperlukan sejumlah langkah intensif. Diantaranya pengoptimalan sejumlah layanan rehabilitasi. “Baik rehabilitasi wajib maupun rehabilitasi sosial,” ungkapnya. Dia mengimbau agar masyarakat tidak menjauhi para pengguna narkoba, terutama keluarga. Sebab, hal tersebut adalah salah satu upaya untuk menolong para pengguna narkoba agar dapat segera sembuh. “Mereka dapat dicegah agar jumlahnya tidak bertambah. Mereka juga dapat direhabilitasi agar permintaan narkoba berkurang,” bebernya.
Itu sebabnya tema HANI tahun 2014 adalah Pengguna Narkoba Dapat Dicegah dan Direhabilitasi. Hadir dalam acara ini para guru, sejumlah aktivis LSM yang getol memperjuangkan antinarkoba dan Wakil Bupati Bantul Sumarno. (zam/ila)

Sleman