BANTUL – Ratusan warga di pesisir pantai Samas yang tergabung dalam Aspirasi Masyarakat Petani dan Ternak Samas (Ampas) dengan tegas menolak keberadaan tambak udang. Mereka beraudiensi dengan Bupati Bantul Sri Surya Widati kemarin (25/6). Ampas mendesak agar orang nomor satu di Bumi Projo Tamansari tersebut bersikap tegas terhadap keberadaan tambak udang. Terutama rencana pembangunan tambak-tambak baru di wilayah mereka.
Sekitar 250 massa sempat menggelar aksi di area lapangan Paseban. Tak ketinggalan, mereka juga membawa sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap keberadaan tambak udang. Itu sebelum perwakilan mereka beraudiensi dengan bupati di ruang kerjanya. “Kita meminta kepada ibu bupati segera menutup tambak-tambak udang di wilayah kami,” tegas Edi Nugroho, perwakilan Ampas dalam orasinya.
Pertimbangannya, keberadaan tambak udang yang belakangan menjamur di kawasan pantai Samas telah merusak area pertanian. Rembesan air tambak sebagai penyebabnya. Area pertanian tak lagi subur. Saking parahnya, ternak milik warga tak mau mengkonsumsi rumput maupun jerami dari area pertanian yang terkena dampak tambak udang. “Kami hanya hidup dari pertanian. Ketika lahan kami tak dapat ditanami lagi nasib kami nanti bagaimana?,” keluhnya.
Koordinator Ampas Suparman mengatakan di tengah-tengah warga, santer beredar lurah Srigading, Sanden telah menjalin kesepakatan dengan calon investor tambak udang. Dikabarkan antara kelurahan dengan investor telah berulang kali menggelar pertemuan. Diantaranya di rumah makan Numani dan rumah makan Parangtritis. Dia mensinyalir pihak kelurahan sengaja mengambil keuntungan pribadi atas rencana pembangunan tambak baru di wilayah kring 4 yang meliputi dusun Tegalrejo, Tegal Sari, Baran, Cetan, Karang Suwung, Soge, Ngepet, dan Samas. Sebab kelurahan tak pernah melakukan sosialisasi kepada warga. “Kemudian tiba-tiba patok sudah terpasang,” tuturnya.
Suparman mengakui calon tambak baru berdiri di atas tanah kas desa. Namun demikian, warga khawatir rembesan air tambak baru itu nantinya dapat merusak lahan pertanian di sekitarnya. “Kami sudah meminta kejelasan kepada lurah mengenai tambak lama dan yang baru. Tetapi yang bersangkutan malah mengatakan persoalan tambak yang dapat memutuskan adalah pemda,” jelasnya.
Bupati Bantul Sri Surya Widati menegaskan pemkab akan menutup seluruh tambak udang liar di kawasan pantai selatan. Apalagi beberapa waktu lalu pemkab dengan pengusaha tambak telah bersepakat untuk menutup tambak di penghujung tahun ini. “Jenengan semua sabar dulu nggih. Kami juga memahami kegelisahan jenengan semua,” ucap Ida, sapaan akrabnya saat menemui warga.
Ida menjelaskan zonasi kawasan selatan masih ditata. Rencananya kawasan pantai selatan yang meliputi kecamatan Kretek, Sanden dan Srandakan akan segera dibuatkan perda tentang rencana detail tata ruang kawasan (RDTRK). Dengan demikian, nantinya tergambar jelas lokasi yang dapat dijadikan tambak dan mana yang tidak. “Bukan semuanya tidak boleh,” ungkapnya. (zam/ila)

Sleman