SLEMAN – Pencegahan bahaya narkoba dimulai dari diri sendiri. Relawan GERTAK (Gerakan Anti Narkoba Watu Karung) mengawalinya dengan sosialisasi bahaya merokok. Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) kemarin (24/6) menjadi bukti perjuangan Karang Taruna GERTAK dalam mendukung program pemerintah memerangi bahaya narkoba. GERTAK adalah kependekan dari Gerakan Anti Narkoba Watukarung.
Itu adalah kelompok pemuda yang giat melakukan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di Dusun Watukarung, Margoagung, Seyegan. Ketekunan para pemudanya membuahkan hasil positif. Watukarung dinobatkan sebagai juara pertama lomba kampung bebas narkoba yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman.
Penghargaan yang disematkan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo itu tentu tak diperoleh dengan cuma-cuma. Tapi melalui tindakan riil memerangi bahaya narkoba.Itu bermula dari bahaya asap rokok. “Itu sebenarnya lebih bahaya karena berpengaruh pada kesehatan orang lain,” ujar Anggota GERTAK Azis Surahman usai menerima penghargaan. Di Watukarung, para pemuda menciptakan kebiasaan tidak merokok di dalam rumah. Terutama saat ada acara perkumpulan. Tentu saja hal itu cukup berat pada awalnya. Apalagi dalam kehidupan sosial masyarakat pedesaan, rokok seolah menyatu secara individu. Rokok plus kopi, dua item itu bahkan menjadi satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Tapi, di Watukarung itu tak boleh terjadi. “Kalau yang mau merokok, silahkan keluar ruangan,” ujar Azis.
Doktrin tersebut berdampak positif. Diinisiasi oleh pemuda, diteladani para remaja dan didukung orang tua.Tak hanya saat lomba Karang Taruna GERTAK aktif melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Itu telah menjadi agenda rutin karang taruna. Bahkan, kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk perangkat desa setempat. Sosialisasi bahaya narkoba tidak selalu dilakukan dalam ruang tertutup. Sesekali karang taruna menggelar senam bersama atau acara hiburan yang disisipi pesan-pesan bahaya narkoba. “Dananya swadaya. Kami punya kas,” lanjut Azis.
Saat ini ada sekitar 20 kampung bebas narkoba di Sleman. Selain Watukarung, Dusun Kadipuro, Sinduharjo, Ngaglik juga memperoleh juara ke dua. Disusul Dusun Warak, Mlati. Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi kiat para juara dalam memerangi narkoba. Sri berpesan agar para pemuda tak sekedar mengantisipasi bahaya narkoba tapi juga menjaga kampung mereka dari pengedarnya. “Lihat gejalanya. Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan,” pinta Sri.(yog/din)

Sleman