NGAGLIK – Bebatuan diduga candi kembali ditemukan warga di wilayah Sleman. Kali ini di area sawah milik Ambari di Dusun Gondanglegi, Sariharjo, Ngaglik.
Pada Januari, Ambari melapor ke kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogjakarta. Lelaki paruh baya itu mengaku menemukan sebuah arca di cekungan retakan tanah sawah.
Laporan itu ditindaklanjuti pihak BPCB dengan ekskavasi sejak Senin (28/4). Dua hari ekskavasi, tim arkeolog yang dibantu mahasiswa UGM belum menemukan benda-benda yang mengarah pada struktur candi. Hanya, ada bebatuan berelief yang biasanya terdapat di pagar candi.
Kapokja Pengamanan, Penyelamatan, dan Zonasi BPCB Muhammad Taufik menuturkan, arca yang ditemukan itu diduga peninggalan zaman kerajaan Hindu dari abad VIII-IX. “Memang lama jarak antara pelaporan dan ekskavasi. Sebab, kami harus meninjau lokasi dulu dan membuat pemetaan untuk ekskavasi penyelamatan,” jelasnya.
Tim telah menemukan batu-batuan sisa bangunan candi berupa batu sudut
dinding candi. Ekskavasi direncanakan selama sepuluh hari hingga 9 Mei. Jika selama ekskavasi ditemukan lagi bebatuan secara signifikan, penyelamatan dilanjutkan studi kelayakan.
Tim kesulitan mengangkat batuan lantaran lubang galian tergenang air. Menurut Taufik, temuan arca memungkinkan dugaan bahwa di kawasan itu memang pernah berdiri sebuah candi. Namun, dia tak menampik kemungkinan batuan candi terbawa arus lahar dingin erupsi Merapi ratusan tahun lalu.
“Dari buku Arkeolog (karya) Prof Mundarjito, kawasan ini termasuk dataran tinggi Syiwa. Jadi mungkin saja ada candi,” paparnya.
Suparjo Wiyono, sesepuh dusun setempat, menuturkan bahwa di kawasan persawahan itu dulu banyak bebatuan kuno dan arca. Sebagian diambil warga untuk dijadikan cinderamata. Ada juga yang dipakai untuk batas persawahan. Bahkan ada yang digunakan untuk jembatan pematang sawah.
“Banyak berserakan, sekitar tahun 1960-an,” ungkapnya. Menurut Suparjo, sedikitnya ada tiga arca yang ditemukan warga. “Tak tahu ke mana batu-batu itu sekarang, mungkin diambil orang,” lanjut lelaki berambut putih itu.
Sebelumnya, BPCB mengekskavasi Situs Bedingin, di Desa Sumberadi, Mlati pada Nopember 2013. Di lokasi yang atasnya telah berdiri perumahan, tim menemukan antefik dan batuan kuno.
Proses ekskavasi tak dilanjutkan studi kelayakan karena dinilai butuh biaya besar. “Yangpenting sudah kami dokumentasikan. Lalu lokasi temuan candi diurug lagi,” kata Taufik. (yog/din)
 

Sleman