SLEMAN– Bupati Sleman melantik 49 pejabat pemerintahan kemarin (24/4). Ada yang mengalami pergeseran, hingga mutasi, dan promosi jabatan. Apapun bentuk jabatan mereka, Sri menuntut tiap pejabat harus bisa menciptakan inovasi dan selalu produktif dalam bekerja. Terlebih bagi Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (Disperindagkop), yang memiliki nakhoda baru. “Dipenda tidak sekadar menarik pendapatan asli daerah sebanyak-banyaknya. Tapi tetap harus memberi pelayanan yang baik bagi masyarakat,” pinta Sri Purnomo.
Menurut Sri, pelayanan prima bakal berimbas positif dengan PAD Sleman. Apalagi masih banyak potensi yang bisa digali. Sri juga mengingatkan penataan iklan dan baliho yang berjejalan sehingga merusak estetika lingkungan. “Di antaranya banyak iklan illegal dan belum berizin,” ungkapnya.
Sri mendorong agar dinas terkait segera melakukan penataan agar wilayah Sleman lebih banyak ruang terbuka. Untuk menjamin kebersihan lingkungan.
Sri juga menekankan pentingnya inovasi produk baru di lingkungan Disperindagkop. Untuk menghadapi ASEAN global, tiap pejabat harus member sumbangsih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya dengan penguatan usaha kecil mikro (UKM). “Harus ada terobosan baru agar kita mampu bersaing di pasar ASEAN,” pintanya.
Menurut Sri, keberadaan UKM dan usaha ekonomi kreatif berkembang pesat di Sleman, sehingga diperlukan pendataan dan penataan yang lebih baik. Terlebih, UKM telah menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat.
Sri juga meminta Disperindagkop mengembangkan jejaring pasar dan kerjasama dengan berbagai institusi atau lembaga yang memiliki kepedulian dengan eksistensi produk lokal dan pasar tradisional.
Sri mengakui bahwa tak semua kegiatan yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan saat ini bisa langsung menghasilkan manfaat pada saat ini juga. Tapi, Sri optimistis semua upaya bakal menuai manfaat di tahun-tahun yang akan datang. Karena itu, Sri berharap tiap satuan kerja perangkat daerah selalu memformulasikan kebijakan teknis yang berorientasi kedepan.
Kepala Dipenda Harda Kiswaya menyatakan segera berkoordinasi dengan instansi terkait persoalan iklan dan baliho. “Kami tentu segera menertibkannya,” ujar Harda.
Sementara Kepala Disperindagkop Pustopo mengatakan, selama ini lembaganya telah membina ratusan UKM dan terus melakukan pendampingan. Baik melalui pelatihan maupun pameran. (yog/din)
 

Sleman