DEPOK – TNI Angkatan Udara (AU) membuka peluang mempererat kerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Khususnya dalam bidang penyiapan calon-calon pilot melalui sekolah penerbang yang dimiliki TNI AU.
“Pada prinsip kita memfasilitasi segala upaya untuk memajukan bangsa dan negara, khususnya teknologi kedirgantaraan,” terang Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia usai menghadiri upacara Wingday Penerbang A-85 di lapangan Jupiter Landasan Udara (lanud) Adi Sutjipto kemarin (22/4).
Upaya mempererat kerjasama tersebut menyusul adanya satu siswa titipan PTDI yang lulus dalam pendidikan sekolah penerbang TNI AU. Siswa titipan PTDI yang bernama Muhamad Iqbal tersebut merupakan satu-satunya lulusan yang diwisuda dari non AU. Dia dilantik bersama 29 penerbang muda lainnya.
Ida Bagus mengatakan, TNI AU juga akan menyiapkan calon penerbang uji pesawat. Sebab, TNI AU bakal melakukan kerjasama dengan Korea Selatan dalam proyek pembuatan pesawat tempur. Selama ini, lulusan sekolah penerbang TNI AU lebih diproyeksikan sebagai pilot pesawat tempur, angkut dan helikopter.”Sangat diperlukan pilot uji yang berkualitas untuk mengetes pesawat baru, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.
Ditemui usai pelantikan, Muhamad Iqbal bercerita dia masuk sekolah penerbang TNI AU pada tahun 2012. Dia mengikuti sekolah penerbang karena akan diproyeksikan oleh PTDI sebagai penerbang penguji pesawat tempur. “Cita-citanya ingin PTDI berkontribusi dalam proyek pembuatan pesawat,” tutur lulusan ITB jurusan Tehnik Penerbangan ini.
Iqbal mengaku akan menjadi salah satu pilot penguji dalam proyek pembuatan pesawat tempur hasil kerjasama antara TNI AU dengan Korea Selatan. Sedikitnya lima pilot penguji akan dipersiapkan. Empat diantaranya dari TNI AU. “Saya mewakili industri sipil. Untuk pengujian (pesawat) tergantung dari desainnya sendiri kapan,” tambahnya.(zam/din)

Sleman