BANTUL – Keikutsertaan pemkab dalam pameran di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian mendapatkan apresiasi sekaligus dukungan. Saking senangnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat memberikan lampu hijau kepada pemkab untuk menggelar pameran dalam setiap tahunnya.”Karena Bantul dianggap mempunyai potensi yang sangat menjanjikan,” terang Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta kemarin (16/4).
Sedikitnya pemkab menggandeng 48 perajin dalam pameran yang dihelat mulai tanggal 15 hingga 17 April ini. Penilaian MS Hidayat tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, selama ini berbagai produk unggulan kerajinan tangan asli Bantul hampir 80 persen mampu menembus pasar ekspor.”Di tingkat DIJ Bantul paling mendominasi ekspornya,” ujarnya.
Di samping itu, dukungan MS Hidayat tersebut juga bertujuan agar industri kecil menengah (IKM) di Bumi Projo Tamansari semakin menggeliat. Tentunya hal tersebut nantinya dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Saat ini sebagian besar masih industri skala kecil. Tetapi sebenarnya Bantul memiliki banyak potensi yang bisa ditawarkan karena kekayaan alamnya. Seperti industri pertanian dan kehutanan,” urainya.
Sulis menyebutkan, jumlah pelaku IKM se-Bantul sekitar 18 ribu. Disperindagkop memberikan kesempatan yang sama kepada mereka untuk mengikuti berbagai pameran. Hanya saja, pelaku IKM yang lolos seleksi saja yang bakal mengikuti pameran. “Ada kriteria yang kami patok. Misalnya produknya berkualitas, siap produksi secara berkelanjutan, dan siap menerima order,” tegasnya.
Bupati Bantul Sri Surya Widati menambahkan, pengembangan IKM di Bantul menerapkan pola one village one product (OVOP). Karena itu, kekayaan masing-masing daerah diharapkan mampu memperkaya produk unggulan Bantul. “Salah satu tujuannya agar peluang kerja di Bantul semakin banyak,” tambahnya.(zam/din)

Sleman