SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan, selama pemerintahannya digerakkan untuk komit dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Menurutnya, pencanangan Sleman menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) hanyalah pintu masuk dari kiat tersebut. Itu ditindaklanjuti dengan pengelolaan kebijakan yang senantiasa pro terhadap anak.
Sri berharap setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta terpenuhinya hak-hak perlindungannya. Sri mengupayakan terpenuhinya kebutuhan tumbuh kembang, hak-hak, dan perlindungan anak di setiap jenjang wilayah dan pemerintahan. Mulai kabupaten, kecamatan, desa, pedukuhan, hingga rumah tangga. Pengembangan KLA di Kabupaten Sleman difokuskan pada penguatan kelembagaan di tingkat Kecamatan dan desa. Menurut bupati, keseriusan itu dibuktikan dengan terbentuknya 1 gugus tugas KLA kabupaten, 17 gugus tugas KLA kecamatan, dan 6 gugus tugas KLA desa. Selain itu ada 1 forum anak kabupaten, 17 forum anak kecamatan, 8 forum anak desa, 1 forum penanganan korban kekerasan perempuan dan anak (FPK2PA) kabupaten, 17 forum serupa tingkat Kecamatan, dan 1 pusat pelayanan terpadu korban kekerasan perempuan dan anak (P2TP2A). “Pada 2013 Sleman masih bertahan pada penghargaan KLA tingkat pertama hasil verifikasi tim independen,” ujar Sri Purnomo di sela sosialisasi pelatihan konvensi hak anak di Hotel Savita Inn, Kamdanen, Ngaglik kemarin (2/4).
Sri mengatakan ada 31 indikator yang mampu mewakili terpenuhinya hak anak sehingga suatu wilayah bias disebut menuju kabupaten, kecamatan, desa, atau padukuhan layak anak. Substansi ke-31 indikator tersebut disarikan dari hak-hak anak yang diamanatkan dalam UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak (KHA) yang juga sudah diratifikasi Indonesia dengan Keppres 36 Tahun 1990, yang terdiri dari 5 (lima) kluster, yaitu: (1) hak sipil dan kebebasan; (2) lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif/pengganti; (3) kesehatan dasar dan kesejahteraan; (4) pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya; serta (5) perlindungan khusus.
Kepala Badan KB PMPP Kabupaten Sleman Nurul Hayah mengatakan, pelatihan tesebut untuk membekali petugas dan relawan KLA di tiap wilayah dari kabupaten hingga padukuhan dan diikuti 100 perserta. (yog/din)
 

Sleman