SLEMAN– Dukungan terhadap Mahfud MD sebagai calon presiden RI makin gencar. Itu dilakukan salah satunya oleh DPC PKB Sleman. Sejak tiga minggu lalu ribuan bendera bertuliskan “Mahfud MD for Presiden 2014” tersebar di berbagai penjuru pelosok wilayah Kabupaten Sleman.
Padahal, DPP PKB belum memutuskan bakal calon presiden yang bakal diusung. Ketua DPC PKB Sleman R Agus Kholik mengatakan, pemasangan bendera tersebut sebagai wujud komitmen partai mendukung pencapresan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. “Kami sebar tiga ribuan bendera,” ujarnya di kantor DPC PKB SLeman Pangukan, Tridadi kemarin (1/4).
Agus mengakui, DPP PKB belum menentukan sikap soal capres. Melalui aksi dukungan di daerah, Agus berharap hal itu menjadi perhatian DPP. Bahkan, tak hanya bendera, Agus mengaku mencetak kaos dan pamflet bernuansa dukungan pencapresan Mahfud MD dan disebar di wilayah Sleman.
Menurut Agus, hal serupa dilakukan seluruh DPC PKB di wilayah DIJ. “Kami akan bawa aspirasi ini sampai Jakarta,” ujarnya.
Agus mengatakan, suara bulat dukungan bagi Mahfud lantaran pria asal Madura itu dianggap bersih dan bisa dipercaya. Setidaknya Mahfud juga pernah menjadi kepercayaan Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid (Gus DUr). Kondite Mahfud teruji tatkala dia menjabat ketua MK. “Itu modal utama itu ada pada Pak Mahfud,” lanjutnya.
Agus membenarkan, musisi Rhoma Irama juga didengung-dengungkan sebagai bakal capres dari PKB. Tapi, bagi Agus, Mahfud lebih bisa diterima secara universal oleh masyarakat, khususnya warga nahdliyin.
Kendati begitu, Agus menyerahkan keputusan pada DPP PKB. Soal pencapresan, PKB punya mekanisme sendiri. Nah, pengusulan Mahfud menjadi sikap resmi seluruh DPC PKB di DIJ. Termasuk DPW PKB. Pinangan disampaikan Ketua DPW PKB Agus Sulistiyono.
Agus menegaskan, pinangan itu sangat beralasan. Meskipun ada calon lain, seperti Jusuf Kalla atau Rhoma Irama. “Soal kapabilitas Pak Mahfud semua warga DIJ tentu sudah tahu,kan,” ungkap Agus di sela silaturahim dan halaqoh alim ulama se DIJ.
Saat itu, Mahfud MD pun menerima pinangan tersebut. Mahfud beralasan dirinya warga Nahdlatul Ulama dan bagian dari PKB. (yog/din)

Sleman