JOGJA – Indonesia merupakan salah salah satu negara yang meratifikasi komitmen PBB 2004 mengenai lalu lintas. Sebagai wujud komitmen tersebut, pemerintah Indonesia menindaklanjuti dengan membuat program Decade of Action for Road Safety 2011-2020 yang dikeluarkan 11 Mei 2011.Target program tersebut ialah mengurangi jumlah korban kecelakaan meninggal dunia hingga 50 persen pada 2020 mendatang. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menerbitkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang terdiri lima pilar. “Kelima pilar tersebut ialah management road safety (manajemen keselamatan jalan), safer road (jalan yang berkeselamatan), safer vehicle (kendaraan yang berkeselamatan), safer people (perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan), dan post crash (penanganan korban kecelakaan,” kata Kanit Operasional PT Jasa Raharja Cabang DIJ Sri Mulyana disela-sela mengikuti kegiatan forum komunikasi lalu lintas tingkat provinsi DIJ di kantor Ditlantas Polda DIJ pekan lalu.Hadir dalam forum itu antara lain Direktur Lanta Polda DIJ Kombes Pol Nasri Wiharto, SIK, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang DIJ Jajang Miharja, pejabat Dinas Perhubungan DIJ, Dinas Pekerjaan Umum DIJ, dan lain sebagainya.Dalam forum tersebut, Sri Mulyana menegaskan Jasa Raharja mendukung program Decade of Action for Road Safety 2011-2020 yang direncanakan pemerintah. Sebagai wujud komitmen tersebut, Jasa Raharja ikut menyukseskan kegiatan kepolisian yang berkaitan dengan aksi keselamatan berlalu lintas. “Kami juga akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum. Petugas Jasa Raharja mengusung konsep Prime saat melayanai masyarakat. Yakni, proaktif, ramah, ikhlas, mudah, dan empati,” jelas Sri Mulyana. (mar/amd)

Sleman