AKAN DITERTIBKAN: Saat musim liburan seperti sekarang ini banyak PKL yang berdagang di kawasan Titik Nol padahal sebenarnya dilarang.

JOGJA – Selama musim liburan ini, kawasan Titik Nol Kilometer Jogja tidak hanya dipadati oleh wisatawan. Para pedagang kaki lima (PKL) liar juga banyak terdapat di kawasan tersebut. Meski sudah terdapat papan larangan dan pa-troli rutin yang dilakukan, masih saja banyak PKL liar yang berjualan, terutama di sore hari. Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja sebenar-nya juga mengetahui fenomena tersebut.
Namun, Dintib tidak mau gegabah, mengingat saat ini merupakan puncak kunjungan wisatawan ke Jogja. Dikhawatirkan, jika diambil tindakan, justru memicu persoalan baru. Kepala Dintib Kota Jogja Nurwidi Hartana mengatakan, keberadaan para pedagang liar di kawasan Titik Nol Kilometer, jelas-jelas meru-pakan pelanggaran. Meski demikian, Nurwidi mengaku belum akan mengambil tindakan tegas. “Tetap akan kami tertibkan, tapi situasional,” ujar Nurwidi, kemarin (26/12).
Nurwidi tidak ingin mengganggu kenyamanan wisatawan yang sedang berlibur ke Jogja. Men-urut dia, dengan tindakan tegas penertiban besar-besaran, akan menimbulkan perlawanan dari PKL liar. “Kondisi tersebut, bisa menimbul-kan ketidaknyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Karena itu, semua kami siapkan dulu, hingga pada waktunya nanti bisa ditertib-kan,” kata Nurwidi.
Untuk itu, Dintib saat ini lebih mengedepankan tindakan persuasif. Di antaranya dengan im-bauan kepada para PKL. Dintib Kota Jogja, mengim-bau agar para PKL tahu diri, sehingga tidak meng-ganggu kenyamanan dan keamanan wisatawan. “Prinsipnya tetap tidak boleh berjualan di kawa-san Titik Nol,” tegasnya. (pra/jko/ong)

Seputar Malioboro