Pameran diawali dengan prosesi potong tumpeng. Tak hanya unjuk karya, adapula workshop art for healling. Momentum ini turut melibatkan seniman muda Gabriela Fernandez.
Gabriela menuturkan seni adalah sebuah proses ke dalam diri. Para peserta bisa mengekspresikan dirinya melalui gambar dan juga musik. Tentunya secara bebas tanpa harus memikirkan nilai atau salahnya.
“Kebanyakan orang mengira bahwa seni itu hanya untuk estetika bagi orang-orang tertentu yang paham dengan seni khususnya seniman. Melalui hal ini aku ingin mengajak semua orang siapapun itu, dari kalangan manapun itu, untuk belajar menuangkan rasa melalui musik dan juga gambar," jelas Gabriela, Minggu (19/6).
Selain itu Tiga Roepa Coffee and Gallery juga memberikan ruang bagi para seniman muda. Khususnya untuk mengadakan sebuah pameran secara gratis. Ini adalah komitmen dukungan terhadap dunia seni di Indonesia.
Salah seorang putra Ida Hadjar, Dennis menuturkan ruang pamer karya adalah komitmen yang kuat. Terutama meneruskan amanah dari sang ibu. Agar dukungan terhadap dunia seni terus terlantun.
"Harapannya roda seni rupa di Indonesia tetap bergulir dan tidak ada yang bisa menghentikannya apapun itu," kata Dennis.
Dennis menceritakan perjuangan seniman muda sangatlah panjang. Seperti tidak mudahnya untuk menggelar karya. Terutama karena minimnya dukungan ruang pamer.
"Saat seniman muda ingin mengadakan sebuah pameran di galeri sendiri cukup sulit dan selalu antri. Ini memberikan wadah bagi para seniman khususnya seniman muda yang belum memiliki banyak pengalaman sendiri merupakan cita-cita bagi Almarhum," ujar Dennis. (*/Om20/Om21/dwi) Editor : Editor News