Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pementasan Kali Pertama Teater Bahtera

Administrator • Kamis, 4 Desember 2014 | 12:20 WIB
Photo
Photo
DOK TEATER BAHTERA FOR RADAR JOGJA
SINDIRAN: Para kacung sedang memberi hormat kepada tuannya (pematung tua). Dalam pementasan dengan lakon Patung Kinasih oleh Teater Bahtera ini, tiga kacung merupakan penjilmaan dari tiga wakil perdana menteri di zaman orde lama.

Lakon Patung Kekasih sebagai Sindiran


SLEMAN - Organisasi boleh saja baru terbentuk, tapi kreasinya pantas diapresiasi. Adalah Teater Bahtera, nama sebuah teater dari kelas B 2012 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY. Meski baru terben-tuk Agustus lalu (2014), Senin (1/12) kemarin, Teater Bahtera sukses meng-gelar pementasan. Dengan lakon Patung Kekasih karya Simon Hate, pementasan yang me-ngusung konsep Arena, mampu meng-hipnotis penonton. Tak kurang dari 700-an penonton plus 100 tamu un-dangan, tampak tak beranjak dari tem-pat mereka hingga pementasan selesai. Pimpinan Proyek Teater Bahtera, Muhammad Teguh Abdillah menu-turkan, Lakon Patung Kekasih me-rupakan sindiran pedas kepada Indonesia. Tokoh Ibu Pertiwi adalah refleksi dari Indonesia, kemudian ada pematung tua sebagai jelmaan dari penguasa masa orde lama, pe-matung muda sebagai sosok pe nguasa orde baru, pengusaha sebagai sosok investor yang siap membeli Indone-sia, dan ada tiga kacung sebagai tiga wakil perdana menteri di zaman orde lama. "Refleksi atas sejarah bangsa Indonesia memang selalu menarik untuk dijadikan bahan perenungan, istilahnya jangan sekali-kali melu-pakan sejarah," katanya. Terbukti penonton yang hadir men-capai 700 orang ditambah ada 100 tamu undangan. "Saya sempatkan nonton, karena penasaran bagaimana pem-bingkaian alur cerita Patung Kekasih, yang mengangkat serpihan sejarah bangsa Indonesia," kata Doni, saat me-nyaksikan lakon Patung Kekasih. Acara dimulai dengan dibukanya Galeri Teater Bahtera, di situ disajikan patung-patung yang berbentuk unik. Dalam galeri tersebut, penonton juga dimanjakan oleh tari-tarian yang me-ngusung tema Suryalis. Gerak gemu-lai tujuh orang penari membuat suasana Galeri semakin ramai. "Penampilan para penari memberikan hiburan tersendiri pada acara ini, ," ucap Ha-fiz, salah satu penonton yang me-nyaksikan penari Suryalis. Banyaknya penonton membuat gedung C13, Fakultas Bahasa dan Seni UNY (tempat diselengarakannya pementa-san) menggema. Taman C13 yang ter-diri tiga lantai seakan menjadi saksi dari pentas yang begitu gegap gempita. Setelah menyelesaikan lima babak dari lakon Patung Kekasih, pentas pun selesai. Sebagai penutupan acara, di-bagikannya puluhan doorprize. Salah seorang anggota Teater Bah-tera, Teguh mengatakan, pementa-san kali ini sebagai bentuk perjuangan para anggota Teater Bahtera yang baru dibentuk Agustus lalu.. Hal yang sama dikatakan Arif Wahyu Widodo, "Semoga kebersamaan, dan kekso-litan ini akan tetap terjaga," ujar Teguh yang diamini Arif Wahyu Widodo. (dwi/jko/ong) Editor : Administrator