Karena proses pewarnaan dan jenis bahan kainnya yang beragam, pakaian batik membutuhkan penanganan khusus agar warnanya tidak cepat luntur dan kain tetap tahan lama.
Kesalahan dalam mencuci seperti menggunakan deterjen keras atau merendam terlalu lama bisa merusak pola dan mengurangi keindahan batik.
Sebenarnya merawat batik tidak sulit, selama dilakukan dengan cara yang benar.
Mulai dari pemilihan deterjen, teknik mencuci, hingga cara mengeringkan dan menyimpannya, semua hal tersebut memengaruhi ketahanan batik.
Jika perawatannya benar, baju batik bisa tetap terlihat rapi, warnanya tidak cepat pudar, dan nyaman dipakai dalam waktu yang lama, bahkan bisa bertahan puluhan tahun.
Titi Permata, seorang seniman pembuat batik dari Komunitas Soramata Salatiga, berusaha dengan berbagai cara untuk mencuci dan merawat kain batik agar bisa bertahan selama bertahun-tahun.
Sebelum membahas cara merawatnya, Titi menyarankan agar seseorang mengetahui terlebih dahulu beberapa hal tentang batik yang akan dibeli, yaitu:
1.Jenis Kain Batik
Apakah bahan seratnya alami, seperti katun, primissima, atau sutra? Atau mungkin campuran sintetis seperti rayon? Bahkan bisa juga bahan sintetis murni seperti polyester.
2.Ketahui Teknik Batiknya
Pelajari berbagai teknik pembuatan batik, seperti printing, sablon mesin, sablon tangan, cap, kombinasi cap dan tulisan, atau hanya menggunakan tulisan.
3.Cek Pewarnanya
Cari tahu apakah batik itu menggunakan pewarna alami, campuran, atau sintetis. Semakin banyak menggunakan pewarna sintetis, semakin tahan lama dan mudah dirawat.
4.Ketahui Skala Produksinya
Tanyakan apakah batik itu dibuat oleh perajin kecil, pengusaha batik menengah, atau pabrik batik besar.
Cara Mencuci Batik
Titi sendiri adalah seorang seniman yang membuat batik dengan gaya yang tidak mengikuti pola klasik.
Motifnya di buat berdasarkan imajinasi di kepala sehingga terlihat lebih modern. Soal pewarnaannya, ia juga tidak pernah mengikuti tren pakaian yang sedang populer.
Menurutnya, mencuci batik terasa paling sulit ketika batik tersebut menggunakan bahan kain berupa serat alami dan pewarna alami.
"Anda membutuhkan larutan lerak atau sabun alami dari tumbuhan, shampo bayi, atau bahkan hanya air bersih untuk mencucinya. Deterjen kuat sintetik dan mesin cuci tidak boleh digunakan," sarannya.
Ia juga sangat menyarankan untuk mencuci baju batik secara manual. Saat mengeringkan, sebaiknya jangan biarkan batik terkena sinar matahari yang terlalu kuat.
Batik dengan warna alami memiliki warna awal yang tidak terlalu mencolok, lembut, atau berwarna pastel, serta sifatnya tidak stabil, mudah memudar, sehingga disarankan disimpan dalam lemari yang tertutup, kering, dan tidak lembap.
"Pakaian atau kain sebaiknya digantung, bukan dilipat, lalu lemari bisa dihiasi dengan kayu pengusir serangga seperti cendana, gaharu, kamper, pinus, akar wangi, atau butiran merica kering," tambahnya.
Meski merawatnya agak rumit, batik dengan bahan alami memiliki banyak keuntungan. Salah satunya adalah, dari awal proses pembuatan hingga cara merawatnya, jenis batik ini tidak terlalu mengganggu lingkungan atau merusak ekosistem.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.