Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyuarakan Nilai-Nilai Kebangsaan dengan Membaca Puisi, Wirid Perempuan Mistik Karya Evi Idawati akan Diluncurkan di Taman Budaya Yogyakarta

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 3 Maret 2024 | 20:59 WIB

 

Keterangan Evi Idawati saat berlatih bersama penyair-penyair cilik Yogyakarta di Taman Budaya Yogyakarta.
Keterangan Evi Idawati saat berlatih bersama penyair-penyair cilik Yogyakarta di Taman Budaya Yogyakarta.
RADAR JOGJA - Sastrawan Perempuan Evi Idawati akan melauncing buku yang berjudul Wirid Perempuan Mistik yang dihelat di Societd Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa (5/3) malam mendatang.

Dalam launchingnya kali ini Evi Idawati mengemasnya dengan judul Wirid Tanah Air dengan membaca puisi ini yang berkolaborasi dengan lima tokoh lintas bidang yang diundang.

Hal itu dilakukan karena untuk menyatukan pandangan bersama tentang nilai-nilai kebangsaan dengan membaca puisi.

Para tamu yang diundang dan akan membacakan puisi itu yakni, Yani Sapto Hudoyo, Maryam Fithriati Vivin (Ketua Fatayat NU DIY), Dewi Nur Laila SPd (Lurah Condongcatur Sleman), Hargi Sundari (seniwati), dan Rini Widyastuti (seniwati).

Mereka akan membacakan puisi-puisi Evi Idawati yang terangkum dalam buku Wirid Perempuan Mistik.

Dalam launching buku Wirid Perempuan Mistik ini penonton juga akan disuguhi puisinema yang disutradarai oleh Bayu Lesmana dari Lunar Art Assamble dengan mengadopsi puisi Perhelatan dengan Keluh Kesah.

Tak hanya itu saja, dalam launching buku kali ini penonton juga akan disuguhkan pembacaan kolaborasi dari penyair-penyair cilik Yogyakarta dalam repertoar Menjadi Seorang Pejuang dan Riwayat Negara Kata.

Musisi Memet Chairul Slamet juga akan berkolaborasi dengan Evi Idawati untuk menampilkan performance musik.

Dan ada juga Reporter Radar Jogja Rizky Wahyu serta penulis muda Polanco S Achri turut memeriahkan launching buku Evi Idawati kali ini.

Evi Idawati mengatakan dalam launching buku Wirid Perempuan Mistik ini ia ingin menyuarakan nilai-nilai kebangsaan untuk semua orang, khususnya generasi Z agar mereka menjaga identitas kebangsaannya di tengah keriuhan dan perkembangan media sosial di era sekarang ini.

Sebab menurut Evi jangan sampai anak-anak generasi Z ini kehilangan identitas kebangsaannya.

Baca Juga: Imunisasi Booster Polio di Sleman Capai 98,8 Persen, Dinkes: Target Kemenkes Tercapai

"Apapun yang kita lakukan di media sosial kami harus punya kendali, agar tidak larut dalam pergerakan dunia maya sekarang ini," ujarnya kepada Radar Jogja, Minggu (3/3) di Taman Budaya Yogyakarta.

Bagi Evi, mencintai negara adalah salah satu iman yang harus dipelihara siapapun. Banyak cara yang bisa dilakukan.

Seni dan budaya menjadi patner atau media sarana yang paling dekat untuk menajamkannya.

"Selama ini puisi sebagai salah satu karya seni dan budaya memberikan ruang yang tak terbatas untuk dieksplorasi dan dikolaboras," ucapnya.

Perkembangan teknologi informasi yang telah menjadi dunia akrab bagi generasi Z sekarang, menjadikan anak-anak tumbuh dengan gawai setiap harinya.

Sehingga akses informasi tentang segala sesuatu bisa dengan mudah mereka dapatkan.

"Menjadikan ruang kreativitas juga meluas dan teruji seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi tersebut. Sebuah peristiwa bisa terpublikasi cepat dengan bantuannya. Apalagi seni dan budaya. Banyak aspek yang menjadikan wujud karya sanggup ditampilkan dengan berbagai cara. Puisi adalah salah satunya," jelas Evi Idawati.

Adapun dari Sekolah Puisi Yogyakarta sebagai lembaga nirlaba yang mempunyai atensi terhadap regenerasi sastra juga akan mencoba untuk membaca peristiwa itu dengan mengeksplorasi puisi sebagai dasar penciptaan karya dengan memanggungkan puisi dan sinema puisi dalam pertunjukan Puisi Wirid Tanah Air.

Ada tiga repertoar yang akan ditampilkan yang khusus dan dibacakan oleh anak-anak generasi Z, yakni tentang pertanyaan identitas kebangsaan di
dunia nyata ataupun dunia maya.

Puisi Evi Idawati dipilih ditampilkan di acara ini karena Sastrawan asal Sedayu Bantul Yogyakarta itu dikenal sebagai penyair perempuan Indonesia yang mempunyai atensi terhadap nilai dan makna kebangsaan, tanpa meninggalkan adat dan budaya yang dimiliki.

Dalam puisi-puisinya Evi Idawati juga menuliskan tentang perempuan, dan banyak menyerukan pesan bagi generasi muda terutama generasi Z, untuk tetap mencintai bangsa dengan keberagaman dan kecanggihan media.

Pertunjukan Puisi Wirid Tanah Air cara Evi Idawati mengeksplorasi berbagai cara menyampaikan pesan di dalam puisinya.

Baca Juga: Bakal Bangun Trase di Atas Sungai Bedog, Pelaksana Proyek Tol Jogja-Solo Gelar Prosesi Sugengan di Padukuhan Karang Bajang Sleman

Bukan melulu hanya menjadi buku, terpublikasi media, dieksplorasi dengan sinemapuisi, musikalisasi puisi dan juga dramatisasi puisi dan lain.

Sehingga Evi Idawati berharap dari launching bukunya kali ini generasi Z lebih bisa mengakrabi puisi dan juga pesan-pesan dari nilai serta makna yang terkandung dalam puisi itu bisa tersampaikan lebih mudah.

Dan jika selama ini, ada pesan yang mengatakan tidak perlu menjadi sastrawan untuk menulis dan membaca puisi, cukup menjadi penikmat saja dan mengakrabi.

Maka bagi yang terlanjur mengakrabi meski belum menulis puisi serta membacakan.

Atau barangkali yang selalu bermain-main dengan kata-kata di media dan ingin mengenali lebih banyak lagi mengenai puisi. Atau yang sedang pusing dengan kondisi negeri.

Bahkan trauma terhadap situasi negara, disarankan untuk bisa datang menyaksikan ke acara ini.

"Sebab dengan puisi, kita bersama menggelorakan semangat kebangsaan bagi generasi akan datang," tandas Evi Idawati.

Editor : Bahana.
#Taman Budaya Yogyakarta #puisi