RADAR JOGJA - Sebanyak 14 seniman anak yang mewakili komunitas Sanggar Daun dan Sanggar Gores Warna berkolaborasi dalam sebuah pameran seni lukis. Bertajuk Cozy: Art Collaboration & Vision Energy, kegiatan ini berlangsung di Galeri Kopi Macan sejak 7-22 Oktober mendatang.
Kurator seni sekaligus pendiri dan pembina utama Sanggar Daun Arik S Wartono mengaku menyebut, 14 seniman anak tersebut menampilkan 30 karya seni lukis dengan genre dan jenis lukisan yang bervariasi.
"Style lukisnya macam-macam mulai dari realis hingga abstrak," sebutnya.
Secara umum, pameran tersebut didominasi oleh 11 seniman dari Sanggar Daun, Gresik. Sedangkan tiga orang sisanya dari Sanggar Gores Warna asal Jogjakarta. "Anak didik kami ada 11 seniman, yang paling muda usianya 5 tahun dan menampilkan 4 karya lukis," ujar Arik.
Arik berharap, ke depan dapat berkolaborasi dengan para seniman lintas disiplin ilmu. "Dengan lintas bidang seni, baik dari film, musik, atau buku," tuturnya.
Sebagai mentor, Arik mengaku tidak pernah memaksa dan membebani anak-anak sanggarnya. Dia cenderung membebaskan kreativitas anak-anak tersebut menyesuaikan mood mereka.
"Kalau memang sedang tidak mood melukis kami coba alihkan ke aktivitas lain dulu," bebernya.
Terpisah, seorang seniman Azka Damara mengungkapkan, bahwa ide lukisannya secara umum datang dari imajinasi dan hal-hal lain yang dipikirkannya. "Aku melukis itu berdasarkan apa yang dibayangkan kepala," lontarnya.
Selain berdasarkan imajinasi, lukisannya juga tentang objek-objek yang sering dilihatnya dalam aktivitas sehari-hari. "Aku juga suka melukis daun-daun dan reruntuhan seperti bangunan yang ditinggalkan," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika