RADAR JOGJA - Dalam kebudayaan Jawa, kisah perjalanan Ken Arok menuju puncak kekuasaan dipandang sebagai legenda yang sarat akan tipu daya serta menyimpan pelajaran tentang besarnya ambisi, pentingnya keberanian, dan konsekuensi dari setiap langkah yang diambil.
Di awal kehidupannya, Ken Arok bukanlah anak yang terlahir dari kaum bangsawan, ia merupakan putra dari seorang wanita desa bernama Ken Endok.
Namun sejak kecil, Ken Arok dikenal sebagai pribadi yang licik, cerdas, dan pemberani.
Meski awalnya hidup sebagai pencuri dan perampok, kecerdasannya dalam melihat kesempatan membuatnya perlahan dipercaya menjadi pengawal Tunggul Ametung, penguasa Tumapel.
Segalanya mulai berubah, ketika Ken Arok pertama kali melihat Ken Dedes, istri Tunggul Ametung.
Menurut cerita rakyat, Ken Dedes memancarkan cahaya istimewa yang diyakini bahwa keturunannya kelak akan menjadi penguasa besar.
Ramalan tersebut semakin membakar ambisi Ken Arok untuk merebut Ken Dedes dan menjatuhkan Tunggul Ametung demi membuka jalan menuju takhta.
Demi menjalankan rencananya, Ken Arok meminta Empu Gandring untuk membuatkan sebuah keris sakti.
Namun karena tak sabar, Ken Arok justru menghabisi Empu Gandring dengan keris yang masih setengah jadi.
Di ambang kematiannya, Empu Gandring melontarkan kutukan bahwa keris tersebut akan menjadi penyebab kematian bagi tujuh keturunan Ken Arok.
Kini dipercaya terbukti dalam perjalanan sejarah Kerajaan Singasari.
Demi menyingkirkan Tunggul Ametung, Ken Arok merancang sebuah tipu muslihat yang matang tanpa diketahui siapa pun.
Ia dengan sengaja membiarkan Kebo Ijo, yaitu seorang pengawal yang terkenal gemar memamerkan senjata, untuk membawa keris tersebut, sehingga ketika pembunuhan terjadi, semua tuduhan langsung mengarah pada Kebo Ijo.
Setelah rencananya berjalan mulus, Ken Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung dengan keris yang sama, merebut kekuasaan Tumapel, dan akhirnya menjadikan Ken Dedes sebagai istrinya.
Sekitar tahun 1222 M, Ken Arok berhasil menundukkan Kerajaan Kediri melalui Perang Ganter serta membuka jalan baginya untuk menyatukan daerah-daerah penting dan meresmikan berdirinya Kerajaan Singasari.
Ken Arok akhirnya menjadi raja pertama Singasari dan menandai awal terbentuknya dinasti yang kelak melahirkan kerajaan agung Majapahit.
Perjalanan Ken Arok membuktikan bahwa kekuasaan sering lahir melalui kombinasi kecerdikan, ambisi yang tinggi, dan rangkaian konflik yang tak terhindarkan. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva