Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menikmati Perjalanan Prembun dari Coretan Dinding, Daun Pintu dan Jendela Berukuran Besar Jadi Ciri Khas

Muhammad Hafied • Minggu, 23 Februari 2025 | 13:00 WIB
Para pegiat sejarah melukis tentang perjalanan sejarah Desa Prembun agar dikenal masyarakat.
Para pegiat sejarah melukis tentang perjalanan sejarah Desa Prembun agar dikenal masyarakat.

KEBUMEN - Bicara wisata di Kebumen memang tidak ada habisnya. Banyak pilihan destinasi wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata konservasi hingga wisata sejarah. Di Prembun misalnya, pelancong bisa menikmati kepingan sejarah yang memiliki makna mendalam.

Masyarakat yang datang akan disodorkan bangunan khas kolonial Belanda yang menjadi saksi bisu perjalanan Desa Prembun. Pelancong akan dikenalkan sejarah panjang perjalanan Prembun. Eksotisme bangunan kuno menambah kesan tersendiri jika ingin menyaksikan langsung jejak sejarah masa silam.

Di Prembun masih terdapat sisa bangunan tua yang dulunya berada di kompleks pabrik gula atau dulu disebut Remboen Suiker Fabriken (SF). Pabrik ini sempat berjaya pada masanya. Tepatnya sekitar era tahun 1800 hingga 1930. "Kami terkadang merasa miris, karena masih banyak yang tidak tahu di Prembun ada tinggalan sejarah," ungkap pegiat wisata sejarah, Sri Kusumadtuti, Jumat (21/2).

Salah satu tempat sejarah yang bisa dikunjungi adalah Kantor Polsek Prembun yang dulunya dijadikan kantor karyawan pabrik. Di sana akan terlihat bangunan kuno yang masih terlihat kokoh karena sampai sekarang terjaga. Daun pintu dan jendela berukuran besar dengan pilar tinggi menjulang menunjukkan ciri arsitektur bangunan peninggalan zaman Hindia-Belanda. "Bahkan ada yang tidak percaya, di Prembun dulu ada pabrik besar. Pelan-pelan kami edukasi," katanya.

Selain bangunan polsek, ada lagi Kantor Kecamatan Prembun yang dulu dijadikan kantor kawedanan. Lalu, ada juga bangunan lawas peninggalan masa lampau di kompleks SMPN 1 Kebumen. Bangunan tersebut sampai saat ini terawat. Bahkan lantai bangunan juga masih peninggalan bangunan lama. "Kami mencoba bagaimana peninggalan sejarah masih tetap bisa dikenal," ucapnya.

Sri bercerita, ia bersama rekan lain kini sedang fokus menggiatkan kembali agar sejarah Prembun memiliki nilai lebih. Salah satunya melalui lukisan sejarah di dinding SMPN 1 Prembun. Hal ini dilakukan agar masyarakat Prembun khususnya memiliki kebanggaan tersendiri terhadap daerahnya. "Kami khawatir semakin hilang bangunan sejarah di Prembun. Maka kami berpikir buat semacam lukisan di dinding gitu. Biar dinding itu berkisah," beber Sri.

Berada di ujung timur Kebumen, akses menuju wisata sejarah di Prembun cukup mudah dijangkau. Dari arah timur, tidak kurang dari dua jam jika berangkat dari Bandara YIA. Dari arah barat hanya berjarak tempuh sekitar 45 menit dari pusat Kota Kebumen. "Kami memang ingin pabrik gula, bangunan sejarah dan segala macam dulu tetap bisa dikenang," pungkasnya.

Selain aspek sejarah, terdapat kekayaan lain berupa sektor pertanian. Prembun sejak dulu dikenal dengan bengkuang. Bagi masyarakat yang melintas dari arah Jogja-Purwokerto, mungkin sudah tidak asing dengan penjual bengkuang yang berjejer di pinggir jalan nasional. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #Coretan Dinding #Wisata #Gerbang #sejarah #jendela #polsek #hindia belanda #prembun #Timur