Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mulai 2026, Semua Sekolah di DIY Wajib Terapkan PKJ! Arahan Langsung Gubernur DIY HB X

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 24 Februari 2026 | 21:15 WIB
 
WAKTU ISTIRAHAT: Siswa SD di Wonosari sedang bermain bola saat waktu jeda istirahat pembelajaran.
WAKTU ISTIRAHAT: Siswa SD di Wonosari sedang bermain bola saat waktu jeda istirahat pembelajaran.
 
JOGJA - Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) segera diterapkan di seluruh sekolah se-DIY. PKJ akan disisipkan dalam mata pelajaran yang sudah berjalan dan bukan sebuah mata pelajaran (mapel) baru. 
 
Ketua Dewan Pendidikan DIY Sutrisna Wibawa mengatakan, pelaksanaan PKJ dimulai sejak 2024 di beberapa sekolah.
 
Namun diakui memang belum menyeluruh ke semua sekolah. Maka dari itu, ia menargetkan penerapan PKJ secara menyeluruh dilakukan mulai tahun ajaran 2026-2027.
 
Baca Juga: Menu MBG Hari Pertama Puasa di Kabupaten Bantul Mendapat Sorotan, Siswa Keluhkan Rasa Kecut
 
"Kami tentu perlu berhati-hati dan melakukan uji coba. Dan tadi kami diminta untuk segera ada kepastian atau peresmian untuk dilakukan di semua sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan juga perguruan tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026). 
 
Menurutnya, adanya target tersebut muncul setelah pertemuannya dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X.
 
Pihaknya mendapatkan arahan agar PKJ dapat segera diberlakukan di semua sekolah maupun perguruan tinggi.
 
Baca Juga: Ruas Jalan Kebumen-Purworejo Digelontor Rp 158 Miliar dari Perbatasan Jogja hingga Banyumas
 
"Uji coba PKJ di 10 sekolah menunjukkan pengaruh yang cukup baik dari sisi keilmuan dan karakter peserta didik," ucap mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.
 
Pada indikator pengukuran karakter siswa, lanjutnya, skala 1 sampai 5 nilai rata-rata berada di angka 4,1.
 
Dari sana, ia menyimpulkan bahwa PKJ cukup baik dan ada pengaruhnya pada siswa.
 
"Kami pun merasa sekolah lain perlu untuk melaksanakannya juga,” imbuhnya.
 
Baca Juga: Celine Vallette, Mahasiswa ISI Jogja asal Turki Terkesan dengan Momentum Kebersamaan Sahur Bersama di Kampus
 
PKJ merupakan pendidikan yang mengajarkan tentang nilai-nilai Jogja yang merupakan tindak lanjut dari pidato HB X tentang pendidikan khas kebudayaan.
 
Penerapan PKJ dilakukan dengan menyisipkannya di mata pelajaran yang sudah ada. Bukan membuat mata pelajaran baru. 
 
“Misalnya saja masuk dalam pelajaran Bahasa Jawa karena mungkin itu yang paling mudah. Tapi banyak juga materi PKJ yang dapat disisipkan pada mata pelajaran lain, misalnya pendidikan agama," jelasnya.
 
Baca Juga: Sebanyak 21 Perusahaan yang Jadi Objek Aduan THR di Sleman Akan Dikumpulkan oleh Disnaker
 
Ia berpandangan bahwa banyak filosofi Jawa yang lekat dengan spiritualitas. Misalnya Sangkan Paraning Dumadi tentang asal usul dan tujuan manusia diciptakan.
 
Nilai-nilai tersebut dapat disisipkan dalam pelajaran agama dan sebagainya.
 
"Begitu pula dengan pelajaran Bahasa Indonesia atau IPS yang dapat disisipi wacana-wacana Jogja,” paparnya.
 
Baca Juga: Buntut Tewasnya Remaja 14 Tahun di Maluku, Pagar Polda DIY Roboh, Tembok Penuh Coretan
 
Kemudian di tingkat perguruan tinggi, PKJ dapat diberikan kepada mahasiswa saat pengenalan kampus.
 
Dan saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi yang melakukannya. Buku PKJ hingga media pembelajarannya dinilai sudah siap untuk mendukung penerapannya. 
 
“Kami juga sudah menyiapkan serangkaian bimbingan teknis dan akan terus berlanjut kami lakukan,” jelasnya.
 
Baca Juga: Serapan Gabah untuk Bulog Capai 78 Persen tapi Realisasi Beras Masih Rendah: Kenapa?
 
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) DIY Suhirman mengatakan, ada tiga aspek yang disusun dalam pendidikan berbasis budaya atau PKJ.
 
Pertama budaya sebagai isi pendidikan yang bisa dimasukkan dalam silabus atau RPP.
 
Dua budaya sebagai metode pelaksanaan pendidikan melalui aturan jumlah jam pembelajaran mulok Bahasa Jawa, ekstrakurikuler dan sebagainya.
 
Baca Juga: Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp 5 Miliar untuk Pematangan Lahan PSEL
 
Terakhir yakni budaya sebagai konteks dalam manajemen pendidikan. Misalnya visi misi dan tujuan sekolah yang bermuatan budaya dan sebagainya.
 
"PKJ sebagai bagian dari pendidikan berbasis budaya," ujarnya.
 
Tahun 2023, lanjutnya, ada sebanyak 625 buku PKJ di antaranya buku induk, jenjang dasar, menengah hingga buku jenjang perguruan tinggi.
 
Baca Juga: Masjid Fathul Huda Bantul Disulap Penuh Cahaya, Jalan Menuju Lokasi Bersinar Warna-Warni Sambut Ramadan
 
Kemudian 2024, Disdikpora DIY mencetak tambahan buku lagi sebanyak 563 yang terdiri dari buku induk dan buku jenjang menengah.
 
"Bimtek PKJ telah kami lakukan di 75 sekolah mulai dari TK/PAUD hingga Perguruan Tinggi di tahun 2023, di tahun 2024 total 175 instansi pendidikan," jelasnya. (oso)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#PKJ #Hamengku Buwono X #Pendidikan Khas Kejogjaan #gubernur diy #Disdikpora DIY