KEBUMEN - Setiap bulan Ramadan tiba, kawasan Pasar Sruni, Kebumen selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Kawasan ini seketika menjadi pasar takjil dadakan. Masyarakat rela datang berdesakan, hanya untuk mencari takjil yang menggugah selera.
Mulai awal puasa, para pedagang sajian khas Ramadan berjejer memadati area depan pasar. Terutama di pinggir Jalan Sruni-Bojongsari. Tak jarang ramainya masyarakat yang datang membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan perlahan karena keramaian pasar.
Purnamasari, 38, warga Surotrunan, Kecamatan Alian mengaku hampir setiap sore datang ke Pasar Sruni untuk membeli takjil. Suasana ramai menurutnya menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini dianggap menambah nuansa kebersamaan Bulan Ramadan. "Biasanya saya sama anak berangkat habis salat Ashar. Pas mau buka, tambah ramai," ungkapnya kepada Radar Jogja, Minggu (1/2).
Selain lengkap, harga makanan maupun minuman yang dijual terbilang cukup terjangkau. Hidangan yang disajikan juga mayoritas identik dengan perdesaan. "Bawa Rp 30 ribu dapat banyak banget. Makanannya juga enak, tidak kalah sama makaan kekinian," ujarnya.
Baca Juga: Link Live Streaming Dewa United vs Bhayangkara FC BRI Super League Minggu 1 Maret 2026
Warga lain, Yuni Rahmawati, 31, mengungkapkan, Pasar Sruni di sore hari bukan sekadar ajang jual beli, tetapi juga wadah pertemuan antar warga. Di satu sisi, kehadiran pasar takjil tersebut juga menambah semarak suasana ramadan, terutama ketika menjelang buka puasa tiba. Pasar takjil, kata ia, juga secara otomatis membawa berkah ekonomi tersendiri bagi para pedagang kecil.
Diungkapkan, Pasar Sruni berada di antara perbatasan Kecamatan Kebumen dan Kecamatan Alian. Posisinya yang srategis membuat pasar ini mudah dijangkau masyarakat dari berbagai desa. "Tumpuk di sini. Orang mau datang enak, karena kemana-mana dekat," jelasnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita