Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Tips Hemat bagi Mahasiswa di Bulan Ramadan agar Tetap Cukup, Sehat, dan Tidak Boros

M
Penulis: Magang Radar Jogja❯

Mahasiswa memotret takjil yang mereka peroleh saat pembagian takjil gratis di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (18/2/2026).
Mahasiswa memotret takjil yang mereka peroleh saat pembagian takjil gratis di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (18/2/2026).


Advertisement

Ramadan salah menjadi ajang pengendalian diri.

Bagi mahasiswa, Ramadan bisa dijadikan ajang untuk hidup hemat.

Berikut tips bagi mahasiswa untuk hidup hemat selama Ramadan:

Advertisement

1. Tentukan Anggaran Khusus Ramadan

Ramadan itu bukan cuma soal puasa, tetapi juga soal pergeseran pola pengeluaran.

Tanpa sadar, duit bisa bocor ke mana-mana. Takjil, bukber, kopi habis tarawih.

Advertisement

Makanya, penting untuk membuat anggaran khusus Ramadan sejak awal. Kita bisa memisahkan uang makan, transport, dan kebutuhan sosial (bukber atau sedekah).

Dengan begitu, pengeluaran kita lebih terkontrol dan tidak kalap di tengah bulan.

2. Masak Sendiri Lebih Hemat dan Sehat

Buat mahasiswa, masak sendiri itu bukan cuma opsi ekonomis, tetapi juga bentuk survival. Harga bahan mentah jauh lebih murah dibanding beli makanan siap saji tiap hari.

Selain hemat, masak sendiri bikin kita lebih sadar apa yang kita konsumsi. Tidak harus ribet, menu sederhana seperti telur, tempe, atau sayur bening sudah cukup untuk buka puasa dan sahur.

3. Jangan Kalap Beli Takjil

Takjil adalah ujian iman sekaligus ujian dompet. Jajan kecil-kecil yang “cuma lima ribu” kalau dikumpulin bisa jadi pengeluaran besar.

Cukup beli seperlunya, atau malah bikin sendiri di kos. Selain lebih hemat, kita juga tidak keburu lapar mata tiap lewat deretan penjual takjil.

4. Selektif Ikut Bukber

Bukber memang budaya sosial Ramadan, tetapi bukan berarti harus ikut semua undangan. Apalagi kalau bukbernya di kafe atau restoran yang jelas bikin pengeluaran melonjak.

Pilih bukber yang memang penting secara relasi, bukan sekadar FOMO. Sesekali menolak bukber bukan dosa, justru tanda kita sadar kondisi finansial sendiri.

5. Manfaatkan Promo dengan Bijak

Ramadan identik dengan diskon dan promo. Tetapi ingat, promo bukan selalu berarti hemat.

Pakai promo cuma untuk kebutuhan yang memang kita perlukan, bukan untuk beli barang yang sebenarnya tidak masuk prioritas. Hemat itu soal kontrol, bukan soal banyak diskon.

6. Kurangi Nongkrong Berlebihan

Nongkrong setelah tarawih atau sahur bareng teman memang seru, tetapi sering kali berujung pada pengeluaran tambahan.

Coba kurangi intensitas nongkrong di luar. Kalau mau tetap kumpul, bisa alih-alih di kos atau rumah teman. Lebih murah, lebih intim, dan tetap dapat esensi kebersamaannya.

7. Ingat Tujuan Ramadan

Pada akhirnya, Ramadan bukan bulan pamer konsumsi. Ini bulan pengendalian diri, termasuk dalam urusan keuangan.

Dengan hidup lebih sederhana, kita tidak cuma hemat secara materi, tetapi juga belajar menahan diri dari gaya hidup konsumtif.

Dan itu pelajaran penting, terutama buat mahasiswa yang sedang belajar mandiri secara ekonomi.

Penulis: Ferry Aditya

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Demo Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Ricuh, Aksi Vandalisme Cagar Budaya Picu Perdebatan di Medsos

Demo Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Ricuh, Aksi Vandalisme Cagar Budaya Picu Perdebatan di Medsos

Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran di depan Gedung DPRD DIY berakhir ricuh pada (20/10/2026). Selain pelemparan botol dan batu serta bentrok antara

Demo Mahasiswa di DPRD DIJ Ricuh, Polisi Bubarkan Massa hingga Kejar-kejaran ke Malioboro

Demo Mahasiswa di DPRD DIJ Ricuh, Polisi Bubarkan Massa hingga Kejar-kejaran ke Malioboro

Polisi membubarkan aksi penyampaian aspirasi massa mahasiswa di kompleks DPRD DIJ, kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa malam (20/10). Kericuhan terjadi setelah massa berupaya masuk ke gedung DPRD DIY.

Kritik Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ribuan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY

Kritik Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ribuan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY

Ribuan mahasiswa dari sejumlah universitas di DIJ menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DIJ, Selasa (20/10). Mereka menyuarakan keresahan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer