Sabtu, 21 Jul 2018
radarjogja
icon featured
Sleman

Edo Kondologit, Pancasila yang Menyatukan Kita

Senin, 11 Jun 2018 00:55 | editor : Jihad Rokhadi

Jajaran pengurus Taruna Merah Putih berfoto bersama anak panti asuhan Al Barokah Ketandan Prambanan

Jajaran pengurus Taruna Merah Putih berfoto bersama anak panti asuhan Al Barokah Ketandan Prambanan


SLEMAN - Beragama Kristen dan berasal dari Papua, penyanyi Edo Kondologit tidak canggung menyanyikan lagu milik mendiang Chrisye "Damai Bersamamu" di depan seratusan anak panti asuhan Al Barokah Ketandan Prambanan Minggu (10/6). Bersama Taruna Merah Putih (TMP), Edo berbagi kebahagiaan di sana.

"Saya non muslim dan berasal dari Papua, tapi Pancasila yang menyatukan kita bisa bersama di sini," ujar Edo. Penyanyi yang saat ini aktif sebagai Ketua DPC PDIP Sorong Papua Barat itu kemarin datang bersama Ketua Umum TMP Maruarar Sirait dan pengurus TMP DIJ untuk berbagi bingkisan Lebaran bagi anak panti asuhan. "Sudah biasa untuk membawakan lagu-lagu yang menyejukkan dan menginspirasi," ujarnya ketika ditanya alasan membawakan lagu Chrisye.

Edo menambahkan semangat Pancasila yang terus dikampanyekan dalam bulan Pancasila ini terbukti bisa membuatnya mengenal berbagai suku, etnis dan agama di Indonesia. Termasuk di DIJ, yang disebutnya sebagai guru pluralisme karena terdapatnya berbagai kalangan. "Terbukti saudara-saudaraku dari Papua diterima baik di Jogja," katanya.

Ketum TMP Maruarar Sirait juga mengingatkan pada anak-anak yatim tidak perlu merasa sendiri. Pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan meski tidak ada ayah atau ibu, tapi memiliki saudara lain yang memperhatikan. Menurut dia hal itu merupakan perwujudan dari pengamalan sila kelima Pancasila. "Tidak peduli agama, etnis apa, selama sesama manusia Indonesia harus saling memperhatikan," tegasnya.

Anggota DPR RI itu juga mengatakan kegiatan tersebut sebagai usaha membumikan Pancasila pada anak-anak. Hal itu sebagai upaya menangkal paham radikalisme maupun intoleransi pada anak-anak. "Jangan sampai anak-anak ini terjangkit virus terorisme atau radiklasme. Kita sudah sepakat Pancasila ideologi kita," tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua TMP DIJ Emanuel Ardi Prasetyo yang mengaku kegiatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan sudah sering dilakukan. Menurut dia TMP tidak pernah membeda-bedakan penerima bantuan. "Selama memang benar-benar membutuhkan siapapun akan kita bantu," ujar anggota DPRD Kota Jogja itu.

(rj/pra/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia