RADAR JOGJA – Pengerajin Bagus Setiyono menepis anggapan pandemi Covid-19 merontokkan mematikan dunia usaha. Buktinya, usahanya di bidang industri kreatif yang digelutinya justru berkembang pesat selama masa pandemi Covid-19 ini.

Budi Agung, Radar Jogja, Purworejo

Work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah di awal masa pandemi ternyata menjadi berkah bagi Bagus. Warga yang tinggal di Jalan KH Dahlan 15B Purworejo, mampu mengais keuntungan berlipat dari usaha yang dilakoni.

Dikatakan, sebelum pandemi, pesanan bisa dikerjakan dengan cepat. Seiring adanya pandemi, justru pesanan yang datang harus antri untuk bisa dikerjakan. ”Bahkan waktunya relatif lama antara satu bulan hingga dua bulan,” kata Bagus di bengkel kerjanya Kamis (5/11).

Ya, sejak 2 tahun terakhir, Bagus mengembangkan usaha pembuatan aneka souvenir bebahan dasar limbah kayu. Usahanya terus berkembang karena dalam perjalanannya, banyak pesanan warga yangdimanfaatkan untuk pemanis ruangan seperti tempat buku, tempat bunga hingga lemari pakaian menarik.

”Awalnya sempat takut, karena kabar dunia usaha dimana-mana ambruk. Tapi justru yang saya rasakan kok berbeda,” jelas Bagus.

Sebelum berkembang seperti sekarang, bisnis craft yang ditekuni berawal dari keisengan. Awalnya,  Bagus membuat gantungan kunci untuk istri. Ternyata, banyak teman istri yang tertarik dan memesan. ”Lama-lama dari temannya istri itu berkembang ke orang lain,” jelasnya.

Tantangan, muncul saat pesanan untuk membuat karya di luar gantungan kunci, seperti pot bunga. Dia mengaku menerima tantangan itu dan mengerjakan sepenuh hati. ”Hasil pengerjaannya memuaskan pemesan dan memunculkan beragam pesanan yang lain,” ujarnya.

Waktu terus bergulir hingga datang wabah Covid-19. Dimana, ketika banyak orang bekerja di rumah justru semakin peduli dengan keadaan rumahnya. Nah, disitulah masyarakat mulai banyak memesan perabotan rumah untuk menjadi penghias rumah. ”Dari situ kami mulai kuwalahan untuk memenuhinya,”  imbuh Bagus yang mengemas aneka karyanya di akun Instagram opelwoodcraft ini.

Meski banjir pesanan, Bagus mengaku tetap fokus untuk mengerjakan secara manual. Dengan alat bantu yang lebih modern dinilainya kurang maksimal. Penyemprotan juga mengandalkan cat semprot biasa dibandingkan menggunakan kompresor. ”Ada banyak hal yang tidak bisa digantikan dengan mesin,” jelasnya.

Kini, Bagus sudah bisa dikatakan bisa menikmati hasil jerih payah dan perjalanan usahanya. Tempat tinggal sekaligus bengkel usahanya sekarang sudah dinilai sempit dan bersiap untuk memindahkan lokasi bengkel di wilayah Banyuurip.

”Tempatnya sudah siap dan tinggal pindah saja. Disana lebih leluasa untuk mengerjakan pesanan,” ujar pria yang banyak terinspirasi craft yang ada di Jogjakarta. (*)

TANGKAP PELUANG : Bagus Setiyono mengarap nama yang akan digunakan untuk dekorasi sebuah pesta pernikahan di bengkel kerjanya di Jl KH Ahmad Dahlan 15B Purworejo, (2/11).

Purworejo