RADAR JOGJA  – Keberagaman budaya dan sejarah di Kabupaten Purworejo ternyata tidak hanya mengundang kalangan tua saja untuk mendekat. Anak-anak muda yang masih menempuh pendidikan di sekolah tingkat atas ataupun mahasiswa turut memberikan perhatiannya.

BUDI AGUNG, PURWOREJO,RadarJogja

Tinggal di desa Tepansari Kecamatan Loano, siswa MAN Purworejo Jihan Muniroh mengaku sangat penasaran dengan aneka budaya dan sejarah yang ada di Purworejo. Dari sekilas beberapa bacaan yang sempat dicermatinya, rasa keingintahuan itu semakin dalam. “Penasaran lagi karena dari literasi yang ada itu, memunculkan perbedaan walaupun hanya 1 hal yang dibahas,” jelas Jihan seusai mengikuti seminar Museum Tosan Aji Purworejo yang mengambil tema Kawasan Cagar Budaya, Rabu (4/11).

Tema spesifik mengenai Situs Parigi yang merupakan peninggalan Pangeran Joyokusumo di Desa/Kecamatan Banyuurip ini tidak menyurutkan anak-anak muda untuk beranjak dari kursinya.

Tidak jauh berbeda dengan Jihan, Septi Annisa Zahra, alumni SMAN 4 Purworejo yang sangat ingin mendalami mengenai aneka budaya di Purworejo. Dia yang berkeinginan membuat blog mengenai sejarah sudah berusaha mencari literasi dari berbagai tempat. “Ternyata memang sejarah di Purworejo ini menarik didalami,” ungkap Septi.

Menurut dia, dari keberagaman cerita yang berkembang mengenai sejarah di Purworejo sendiri banyak yang ingin dikuasainya. Dia mengaku jika yang diselaminya selama ini baru sepotong-sepotong dan belum menjadi sebuah rangkaian yang utuh. “Dari seminar ini, pengetahuan dan wawasan saya mengenai Purworejo itu semakin terbuka. Walaupun ini hanya bertema Situs Parigi tapi narasumber memberikan banyak pengetahuan mengenai sejarah di Purworejo,” ungkapnya.

Kepala UPT Museum Tosan Aji Purworejo, Agus Prediat mengatakan jika pihaknya memang menggelar seminar yang disajikan secara langsung ataupun daring. Peserta yang mengikuti diwajibkan melakukan pendaftaran melalui link yang diberikan.”Saya kaget ternyata sejarah itu mendapat minat tersendiri dari kalangan anak-anak muda. Ini menjadi bentuk rasa peduli mereka dengan sejarah,” kata Agus.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Agung Wibowo mengatakan jika Purworejo memang memiliki keberagaman budaya. Sejak era Hindu hingga sekarang ini, semua perjalanan itu ada yang terjadi di Purworejo. “Ini menjadi catatan menarik untuk didiskusikan. Dan akan melengkapi berbagai kekurangan informasi yang dibutuhkan,” ujar Agung.

Adanya anak-anak muda yang mengambil bagian mendapat perhatian khusus. Pihaknya tertantang untuk melibatkan banyak anak muda lagi untuk turut menyelami dan mengetahui mengenai sejarah yang ada di Purworejo. “Dengan kekayaan budaya dan sejarah di Purworejo ini jelas bisa semakin memperkuat Purworejo untuk mendorong pertumbuhan pariwisata,” kata Agung. (pra)

Purworejo