RADAR JOGJA – Pemkot Magelang akan menggelar uji coba pembelajaran tatap muka. Uji coba ini dilakukan terbatas. Menyasar di 12 SMP dan SD di tiga kecamatan se-Kota Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Agus Sujito mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka ini bersifat terbatas. Dilakukan dengan Sekolah, guru dan siswa terbatas. Pelaksanaannya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat di sekolah yang telah ditunjuk kesiapan fasilitasnya. Uji coba ini sebagai persiapan apabila kasus Covid-19 menurun hingga zona kuning. “Saat ini masih zona orange. Seandainya zona kuning bisa dilaksanakan,” kata Agus dihubungi, Minggu (1/11).

Pelaksanaan uji coba rencananya dilakukan terbatas dimulai sepertiga dari jumlah siswa per kelas. Waktu pembelajarannya pun dipadatkan. Jika normal pembelajaran per hari mencapai delapan jam. Dengan durasi 45 menit per jam. Ke depan hanya dilakukan selama empat jam, tanpa istirahat. Artinya, siswa wajib membawa bekal makanan sendiri, anak dijemput atau pakai transportasi sendiri tidak ada yang pakai angkot. Yang penting mengutamakan aspek kesehatan, keamanan, kenyamanan guru dan siswa.

Pembelajaran langsung ini pelaksanaanya hanya akan dilakukan dua hari sekali tatap muka. Sisanya masih menggunakan metode daring. Dalam hal jni penerapan sift diberlakukan. “Jadi semi daring. Tidak 100 persen daring,” katanya. Disebutkan, ada 61 SD Negeri dan 13 SMP Negeri.

Sebelumnya, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap, hasil uji coba nantinya diharapkan mampu menjadi solusi pembelajaran di tengah Covid-19. Sekaligus menumbuhkan kembali semangat siswa untuk belajar. Dengan catatan, perketat protokol kesehatan. “Selain itu peran orang tua juga harus aktif dalam pengawasan belajar,” katanya. (mel/pra)

Purworejo