RADAR JOGJA – Pembangunan Pasar Purworejo mengusung hak-hak warga difabel. Sehingga, konsep bangunan dari awal sudah diarahkan untuk bisa ramah bagi difabel.

Penanggung jawab proyek pembangunan Pasar Purworejo, Febri Haryanto menyebut ada beberapa titik yang disediakan untuk difabel. Diantarannya akses menuju jalan masuk serta keberadaan toilet khusus. ” Toilet yang disediakan terpisah dengan masyarakat normal pada umunnya,” jelas Febri Senin (19/10).

Dijelaskan pembangunan pasar yang menjadi pengganti Pasar Suronegaran ini mencapai 82,4 persen. Pihaknya optimistis pekerjaan akan selesai sesuai dengan target yang ditetapkan. “Kami diberikan waktu hingga 2 Desember,” tambahnya.

Menurutunya progres pengerjaan pasar relatif lebih cepat. Dimana untuk kontruksi sudah selesai, tinggal pekerjaan dalam.  Secara khusus, pihaknya memang menargetkan untuk bisa menggarap minimal setengah persen. ”Kami memperkirakan hingga akhir bulan ini sudah 90 persen,” kataya.

Febri menjelaskan jika dalam pembangunan Pasar Baledono, khusus untuk air limbah menjadi perhatian utama. Seperti untuk pengelolaan air limbah yang dipusatkan di blok barat (dekat makam) menggunakan sistem bioseptik dan serapan. ”Sehingga tidak ada aliran atau limbah yang lepas ke permukaan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo, Suranto mengatakan jika dalam tahun anggaran 2020 ada beberapa pekerjaan yang dilakukan. Termasuk di dalamnya Pasar Baledono. “Dari 19 kegiatan yang dikerjakan tahun ini, memang Pasar Purworejo yang menelan anggaran paling besar yakni Rp 33,3 miliar,” kata Suranto.

Dijelaskan, pembangunan pasar itu memang dilakukan secara bertahap. Tahun ini baru sebatas struktur pasar. ”Sisanya akan dikerjakan di 2021,” terangnya. (udi/bah)

Purworejo