RADAR JOGJA – Sebanyak 14.667 warga di Kabupaten Purwroejo mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial yang bersumber dari pemerintah pusat. Bantuan itu dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Sosial Setda Purworejo Pram Prasetya Ahmad saat menyerahkan secara simbolis JPS kepada pelaku usaha di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (15/10).

Bantuan yang diterima itu khususnya bagi pelaku usaha, sangat membantu para pelaku usaha yang tengah terpuruk karena pandemi. Dia menyebut jika dari rangsangan itu akan bisa dimanfaatkan oleh warga guna melanjutkan usahanya.

“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berusaha di bidang ekonomi. Celah pasar yang kita miliki cukup luas,” imbuh Pram.

Disebutkan keberadaan bandara internasional di Kulonprogo akan menguntungkan bagi Purworejo. Karena hal ini akan emnajdi penyokong kemajuan UMKM di Purwroejo.

“Kita di posisi yang strategis karena berada di jalur lalu lintas utama menuju ke bandara,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Purworejo, Bambang Susilo mengatakan penyerahan bantuan dari presiden untuk pelaku UMKM merupakan gerakan dari pemerintah pusat. Hal itu diarahkan untuk pemulihan ekonomi nasional bagi pelaku usaha mikro. “Para penerima bantuan ini disalurkan oleh tiga bank,” kata Bambang Susilo.

Pendaftaran BPUM dan BUM bagi pelaku UMKM diusulkan oleh Dinas KUKMP. Adapun syarat dan kelengkapan yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan, yakni nomor induk kependudukan, nama dan alat lengkap sesuai KTP, serta bidang usaha.

Bambang mengungkapkan bahwa ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi, seperti calon penerima bukanlah PNS, TNI/Polri, pegawai BUMN atau BUMD, dan tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR, serta bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha berbeda dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha.

“Untuk sosialisasi program ini kami kerjasama dengan seluruh camat di Purwroejo untuk diteruskan ke desa. Masih ada waktu untuk bisa mendapatkan bagi yang belum masuk daftar karena waktunya diperpanjang hingga akhir November ini,” imbuh Bambang. (udi/bah)

Purworejo