RADAR JOGJA – Kesulitan warga yang menjadi korban bencana alam menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Purworejo. Secara nyata pemkab hadir dan memberikan berbagai penanganan hingga warga kembali terentaskan untuk menuju kehidupan normal kembali.

Dalam penanganan bencana, ada beberapa gelombang atau tahapan yang dilakukan oleh lintas sektor organisasi perangkat daerah (OPD) di Purworejo. Sesaat setelah menjadi korban bencana, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melakukan asesmen sekaligus membawa bantuan pokok yang bisa dimanfaatkan oleh korban. Bantuan terus dialirkan dan disesuaikan dengan kebutuhan oleh korban.

Hal itu tidak sekedar menjadi tanggung jawab dari BPBD, namun ada kolaborasi dengan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DindsodukKBPPA).

Satu masalah muncul saat ada kejadian tanah bergerak. Ternyata tidak semua warga memiliki lahan lain yang bisa dijadikan sebagai tempat tinggal. Tanah yang mengalami bencana menjadi satu-satunya lahan yang dimiliki.

Pemkab tidak tinggal diam. Kesulitan yang ada itu diselami dan dicarikan jalan keluar terbaik. Penyediaan tanah oleh pemerintah menjadi jawaban. Pemerintah memberikan lahan yang siap digunakan untuk dibangunkan tempat tinggal.

”Dan untuk pembangunan itu kami mencoba mengkomunikasikan dengan pemprov ataupun pusat. Alhamdulillah, mendapatkan respon dari pusat. Dimana ada 67 warga yang terdampak mendapatkan bantuann pembangunan rumah tinggal mereka,” kata Asisten Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Pram Prasetya Ahmad, Senin (12/10).

Dijelaskan, adanya bantuan dari pusat itu amat membantu. Karena khusus untuk pengadaan lahan sendiri pemkab telah mengalokasikan sedikitnya Rp 1,650 miliar. ”Nilai bantuan rumah dari pusat itu sebanyak Rp 25 juta tiap rumah,” imbuh Pram.

Tidak sampai pada pembangunan rumah semata, ada langkah lanjutan yang telah disiapkan. Dimana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo akan melakukan pembangunan fasilitas umum ataupun fasilitas sosial yang diperlukan.

”Intinya kami mengandeng banyak pihak untuk penanganan kebencanaan di Purworejo ini. Kita harus siap lebih awal karena tahu wilayah ada rawan bencana,” jelas Pram.

Langkah dari Pemkab Purworejo ini mendapat apresiasi khusus dari Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementrian Sosial M Syafii Nasution. Saat memberikan bantuan dari pemerintah pusat, pekan lalu, Nasution menyebut jika yang sudah dilakukan Purworejo patut menjadi contoh bagi daerah lain yang wilayahnya rawan bencana.

“Yang dilakukan Purworejo ini menjadi sebuah irisan yang melibatkan banyak unsur untuk menangani korban bencana, khususnya tanah bergerak. Dalam pandangan saya ini bisa dijadikan model,” kata Syafii Nasution.

Dia menyebut jika Purworejo sudah menunjukkan jika negara hadir saat masyarakat mengalami kesulitan. Langkah itu menjadi sebuah succes story yang bisa diadopsi oleh daerah lain.

“Role ini sebagai langkah awal bisa ditiru di kabupaten/kota di Jawa Tengah dulu, baru nanti seluruh Indonesia,” imbuh Syafii. (*/udi/bah)

Purworejo