RADAR JOGJA – Pengembangan wisata di wilayah utara harus mendapatkan perhatian dari Pemkab Purworejo. Apalagi kawasan itu akan terus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Rokhman menyebut, ada dua kegiatan yang harus mendapatkan perhatian secara khusus. Dia berharap Pemkab segera memberikan alokasi anggaran khusus untuk peningkatan jalan di dua titik.

“Badan Otorita Borobudur (BOB) terus mengintervensi kawasan Glamping D’Loano. Sementara dari Purworejo belum ada akses jalan langsung menuju ke lokasi tersebut,” kata Rokhman, Minggu (11/10).

Menurutnya, kegiatan TMMD di tahun 2020 ini sudah merintis adanya akses jalan menuju Glamping D’Loano di Desa Sedayu Kecamatan Loano, Purworejo. Hanya saja jalan yang dibangun itu memang belum menembus hingga ke lokasi.

“Sementara ini akses yang bisa ditempuh harus agak memutar melalui Kabupaten Kulonprogo. Jalan tempuh yang sebenarnya dekat tidak bisa digunakan karena memang belum ada jalannya di Purworejo,” jelas Rokhman.

Menurutnya, adanya Glamping D’Loano memang menjadi keuntungan tersendiri bagi Purworejo. Tempat wisata modern ini berada di Purworejo atau tepatnya di segitiga kawasan yakni Purworejo, Kulonprogo dan Kabupaten Magelang.

“Kami harus bergerak cepat untuk bisa menangkapnya. Setidaknya kita sudah memiliki akses utama itu,” tegas Rokhman.

Poros jalan lain yang perlu mendapatkan penanganan adalah jalan di Desa Cacaban Kidul, Kalitapas dan Benowo. Jalan itu selama ini kondisinya memprihatinkan karena masih menjadi jalan poros desa.

“Kelas jalan ini perlu ditingkatkan karena akan menjadi jalan wisata ke Benowo. Jika ditangani juga akan menguntungkan karena akses jalan ini bisa memutar dan terhubung ke Sedayu,” imbuh politisi dari Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Purworejo Suranto mengatakan jika di sisa waktu di tahun 2020 ini, ada beberapa pekerjaan yang mendapatkan anggaran bantuan keuangan provinsi Jawa Tengah. Hanya saja untuk penanganan di kawasan selatan memang masih minim.

“Di ruas menuju ke Banyusin sebenarnya ada pekerjaan yakni rehabilitasi Jembatan Sedayu-Loano,” kata Suranto.

Hanya saja kegiatan belum bisa dilakukan karena harus dilakukan lelang ulang. Praktis pihaknya belum bisa mendapatkan pemenang lelang dan penanganan segera belum bisa dilakukan. (udi/pra)

Purworejo