RADAR JOGJA – Pengelolaan pariwisata dari berbagai sektor di Purworejo menarik perhatian Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan, Madura. Berada di Museum Tosan Aji, mereka mencoba menggali penggarapan destinasi yang tetap mengedepankan norma Islam.

”Kami melihat di Purworejo itu banyak wisata ziarahnya. Dan itu bisa tergarap. Sebenarnya kami juga memiliki potensi pantai, tapi untuk lebih membuat yang menjual lagi juga tidak mungkin. Karena pasti akan mendapat protes dari masyarakat,” kata anggota Komisi D Bangkalan, Mukaffi Holil, Kamis  (1/10).

Protes warga itu amat beralasan. Karena pantai yang menjual identik dengan hal yang tidak sama dengan budaya timur. Padahal untuk Madura sendiri sangat identik dengan nilai-nilai Islam. ”Yang perlu kami dalami juga itu tentang pemanfaatan hal yang sederhana tapi jadi objek wisata. Katakan seperti sawah,” tambahnya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan sendiri mengatakan jika kunjungannya ke Purworejo memang ingin lebih mengerti mengenai pengelolaan sektor pariwisata. Pihaknya perlu belajar untuk menggalinya dan diaplikasikan di Bangkalan.

”Dan wisata di perdesaan itu menjadi sebuah hal yang baru. Kemasannya bagaimana perlu kami tahu,” kata Nur Hasan.

Selama berkegiatan di Purworejo sendiri, Nur Hasan mengaku senang berada di Museum Tosan Aji Purworejo. Pihaknya kagum karena benda-benda tosan aji bisa dijadikan daya tarik wisata. Padahal, di daerahnya sendiri juga ada sentra-sentra tosan aji. “Di Purworejo ini museumnya lengkap, tidak sekedar memamerkan koleksi tapi juga proses perawatannya,” imbuh Nur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Agung Wibowo mengatakan jika wisata di Kabupaten Purworejo memang tengah menggeliat. Ada banyak potensi yang bisa jadi unggulan. Di mencontohkan Pasar Inis yang bisa mengarap lahan sawah jadi wisata menarik. ”Ada juga Desa Pandanrejo yang menjual aneka potensi wisata,” jelasnya. (udi/bah)

Purworejo