RADAR JOGJA – Arus warga Purworejo yang kembali ke kampung halaman karena dampak Covid-19 teramat besar menjelang Lebaran lalu. Tidak diketahui persis, dari angka yang hampir menembus 20.000 orang itu apakah kembali lagi ke tempat perjuangan mereka mencari rupiah atau atau tidak.

Ya, pandemi memang banyak melumpuhkan sendi masyarakat. Demikian halnya di sektor perekonomian, karena banyak perusahaan yang memilih menutup diri ataupun melakukan pengurangan tenaga kerjanya.

Imbas dari hal itu, banyak masyarakat yang mencoba memilih jalur lain untuk mengais rupiah. Salah satunya dengan berdagang. Namun  permasalahan muncul karena daya beli masyarakat juga menurun.

Lurus dengan hal itu, para pencari kerja pun memilih tiarap. Mereka tidak berharap akan mendapatkan penghidupan yang baik selama Covid-19 masih melanda. Berada di rumah dan melakukan aktivitas yang tidak mendapatkan keuntungan menjadi pilihan.

“Mendengar banyak yang di-PHK itu saya pesimistis untuk mencari kerja lagi,” kata Hendri Prasetya, 23, warga Desa Pekacangan, Kecamatan Bener, Purworejo, Rabu (39/9).

Tahun 2020 tampaknya bukan tahun keberuntungan bagi Hendri. Mulai awal tahun dia memilih pulang kampung setelah sejak 2016 menghabiskan waktunya bekerja di sebuah perusahaan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, hingga akhir tahun 2019.

Hendak kembali mencari kerja, Covid-19 sudah menerjang dan membuatnya memilih untuk tidak berusaha mencari pekerjaan. Dalam pikirannya, upaya yang dilakukan akan sia-sia karena ketiadaan lowongan pekerjaan. “Bagaimana mungkin ada lowongan, wong malah banyak PHK,” tambahnya.

Dan di akhir September kemarin, ia mulai membulatkan tekat lagi untuk mengadu keberuntungan. Ada komunikasi dengan teman-temannya sewaktu di Cikarang, tapi belum mengarahkan mau mencari kerja di mana.

“Yang penting saya sudah memiliki kelengkapan untuk mencari pekerjaan lagi. Semoga wabah ini segera berlalu,” tutur lulusan SMK Taman Siswa Purworejo ini.

Terjangan Covid-19 juga dirasakan mereka yang baru mengawali langkah terjun ke dunia kerja. Adalah Lutfhi Hanifah, alumni SMK Negeri 7 Purworejo. Sudah banyak waktu yang dihabiskan di rumah untuk membantu kegiatan orang tuanya.

“Saya sama sekali belum mencari kerja. Baru kali ini hendak memulai,” tutur warga Dusun Ngabean, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo ini.

Ia berani mencari kelengkapan pendaftaran kerja karena ada informasi lowongan dari rekannya yang sudah bekerja. Dan, Cikarang menjadi tujuannya untuk memulai babak baru dalam kehidupannya.

Disinggung adanya Bursa Kerja Khusus (BKK) yang biasanya dibuka sekolah kejuruan untuk membantu lulusan baru, Lutfhi mengaku tidak meliriknya. Formasi yang ada sangat kecil. “Saya lihat lowongannya sangat sedikit. Mungkin jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. (udi/laz)

Purworejo