RADAR JOGJA – Tikar tempat duduk-duduk sebuah angkiran di Jalan Tentara Purworejo dibawa paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Purworejo. Itu karena angkringan tersebut padat pengunjung tapi tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

“Tempat itu menimbulkan keramaian, tikar itu membuat kerumunan,” kata Kasatpol PP Budi Wibowo, Rabu (2/9). Langkah pengamanan itu menjadi pembelajaran bersama sekaligus shock therapy bagi masyarakat untuk bisa tertib dengan aturan yang berlaku. Apalagi angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih tetap tinggi.

Dia mengancam akan menutup tempat usaha jika sang pemilik masih membandel. Meski diakuinya, belum sampai ada yang ditutup. “Karena setiap kali kami memberikan teguran, ada tindak lanjut dari para pelaku usaha,” imbuh Budi.

Tindakan serupa juga dilakukan utnuk eberapa jenis usaha yang ramai pada malam hari. Setidaknya ada tempat usaha berupa kafe, karaoke ataupun biliar juga sempat dikumpulkan di kantornya. “Yang mengabaikan itu masih banyak. Sekarang penerapan dengan diterapkan walaupun tidak maksimal seperti yang ada di Perbup,” katanya.

Walaupun ada ancaman denda dalam perbup, di masyarakat juga muncul persepsi lain. Ada yang mengangggap jika pengenaan denda itu sebagai ganti pemberian masker. Karena setelah dikenakan denda, akan diberi masker. “Kami berikan masker karena tidak mengenakan. Tapi ada yang bilang itu untuk ganti beli masker. Padahal kan tidak,” imbuh Budi. (udi/pra)

Purworejo