RADAR JOGJA – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), harus gigit jari dengan keberadaan showroom UMKM d Jalan Urip Sumoharjo. Ternyata, untuk bisa memasukan barang ke showroom tersebut tidaklah mudah.

Awalnya tersiar kabar dari 50 pelaku UMKM di Kecamatan Purworejo, 30 orang bisa diterima. Namun dalam perjalannya, hanya beberapa kriteria saja yang bisa lolos dan dipajang di showroom milik pemerintah tersebut.

“Yang diutamakan di tempat itu (showroom UMKM) adalah produk yang sudah berlabel dan biasa dipajang di toko modern,” kata Ketua Forum UMKM Kecamatan Purworejo, Agung Riawan, Minggu (30/8).

Diakui jika pelaku usaha di wilayahnya memang senang adanya tempat itu. Setidaknya akan mengangkat nilai jual produk yang berujung pada penjualan barang. Apalagi letak showroom cukup strategis dan mudah dijangkau pengunjung atau masyarakat.

Dalam pandangannya awal di tempat tersebut akan menjadi jembatan bagi beberapa pelaku usaha, tidak sekedar produsen makanan, tapi juga dari seni kerajinan dan pertanian juga dilibatkan.

“Tempat kami yang paling banyak adalah makanan basah. Dan ini untuk bisa masuk kesana ternyata ribet. Dari PDAU yang mengelola, dikatakan kalau untuk bisa masuk harus diseleksi oleh tim kurasi. Dan tim kurasi itu sebenarnya juga dari teman kami sendiri,” tambah Agung.

Agung mengungkapkan jika keluhan itu tidak hanya berasal dari pelaku UMKM di Kecamatan Purworejo saja. Beberapa kecamatan lain juga mengomunikasikan terkait hal tersebut. “Yang sempat ngobrol dari Kecamatan Purwodadi, dari sana hanya beberapa saja yang bisa masuk,” katanya.

Disinggung mengenai salah satu harapan untuk bisa memfasilitasi para pelaku usaha, Agung mengungkapkan jika pihaknya berharap ruang terbuka di depan showroom UMKM dimanfaatkan.

Setidaknya ada ruang khusus yang bisa digunakan oleh para pelaku usaha makanan basah. Area parkir yang ada juga cukup luas dan bisa digunakan secara bergiliran. “Katanya akan ada tenda, tapi kami belum tahu kapan itu dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Purworejo, Didik Prasetya Aji mengungkapkan jika untuk bisa masuk ke showroom adalah produk yang sudah mengantongi perusahaan industri rumah tangga (PIRT). Hal itu dimaksudkan agar para pelaku usaha memiliki ketertiban administrasi. “Areal depan memang kami arahkan untuk bisa menampung produk UMKM yang belum masuk kedalam. Nanti polanya bagaimana, akan diatur bareng,” kata Didik. (udi/bah)

Purworejo