RADAR JOGJA – Sedikitnya enam kepala keluarga (KK) yang masuk wilayah Kabupaten Magelang lebih banyak berinteraksi dengan warga Kabupaten Purworejo. Ketiadaan akses jalan membuat mereka seakan hidup terpisah dengan daerah aslinya.

Ya, warga Dusun Saranan di RT 2 RW 3, Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Magelang, memang tidak memiliki akses yang baik untuk ke desa mereka. Jalan yang ada lebih mengarah ke Desa Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo. Jalan yang ada sudah permanen walaupun berupa rabat beton.

“Jalan ke warga terdekat di Kalirejo tidak ada, untuk mencapainya juga sulit karena jalannya menanjak,” kata Nur Hidayati, 40, salah seorang warga Sarangan Minggu (20/8).

Menurut Hidayati, warga yang tinggal di dusun itu sebanyak 20 orang. Mereka bermatapencharaian sebagai petani. Dan untuk keguyuban mereka pun ikut di dua wilayah yakni Benowo dan Kalirejo. “Tapi memang paling sering ke Benowo, karena aksesnya lebih mudah,” tutur Hidayati.

Walaupun harus hidup dengan wilayah tetangga, Hidayati mengaku tidak ada masalah apa-apa. Itu menjadi pilihan terbaik dibandingkan harus mengakses langsung ke desa aslinya.

“Seperti aliran listrik kita mengambil dari Benowo. Memang ada sedikit kendala seperti adanya bantuan, untuk mengurusnya kami harus memutar melalui jalan yang ada di Purworejo,” tambahnya.

Soal pendidikan anak-anak, dia mengaku jika untuk jenjang sekolah dasar, anak lebih banyak diarahkan ke Benowo. Hanya untuk pendidikan lanjutan, biasanya anak diarahkan mengikuti pondok yang ada di Salaman. “Dua anak saya sudah setingkat SMP dan SMA, sekarang sudah mondok di Salaman,” katanya.

Perangkat Desa Benowo, Kecamatan Bener, Mustofa membenarkan jika ada warga Magelang yang lebih banyak ke Benowo. Posisinya berada di bawah Gunung Kunir dan amat dekat dengan Purworejo.

“Kami tidak mempermasalahkan hal itu. Memang ada kesulitan bagi mereka saat harus mengurus administrasi. Tapi Pak Lurah Kalirejo kerap bertandang ke Sarangan,” kata Mustofa. (udi/laz)

Purworejo