RADAR JOGJA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selalu bersikap kritis terhadap pemerintahan Agus Bastian-Yuli Hastuti, tetap memberikan dukungan bagi keduanya. Pasangan itu dinilai telah berhasil dan tidak ada alasan bagi PKS untuk berpaling.

Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 lalu, PKS memang telah bersama pasangan tersebut. Hanya saja mereka hanya sebagai pendukung bersama dengan PPP. Sementara partai pengusungnya adalah Demokrat, Golkar dan Hanura.

Dan di menghadapi Pilkada 2020, PKS menjadi pengusung bersama dengan Hanura dan Demokrat serta Golkar. Sementara PPP memilih untuk mengarahkan dukungan kepada pasangan Kuswanto-Kusnomo yang mendapat dukungan penuh dari Nasdem dan PKB.

“Sebelum menentukan arah kemana dukungan kami (PKS), kami sebenarnya telah melakukan komunikasi semua partai dan calon. Dari hasil komunikasi yang ada, kami memutuskan untuk kembali seperti periode sebelumnya yakni memberikan dukungan ke pasangan yang dulu kita dukung,” kata Ketua PKS Purworejo, Reko Budiyono, Selasa (18/8).

Menurutnya, pemilihan pasangan yang didukung itu lebih didasarkan kepada pandangan rasional dan logis. Pihaknya menilai berdasarkan data yang dimiliki, jika sudah banyak prestasi yang direngkuh petahanan.

“Yang paling terlihat adalah penataan alun-alun Purworejo, Pasar Baledono maupun penataan kota,” imbuh Reko didampingi Sekretaris PKS Sigit Haryono.

Di luar hal tersebut, pihaknya melihat jika dibawah kepemimpinan keduanya, pertumbuhan ekonomi di Purworejo terus bergerak naik. Bahkan pertumbuhan itu bisa melampauai capaian di tingkat Jawa Tengah maupun nasional.

“Angka kemiskinan juga turun, angka pengangguran turun juga. Indeks pembangunan manusia naik karena angka laa sekolah semakin panjang,” katanya.

Walaupun di hampir semua sektor dinilai baik, Reko juga memberikan catatan jika ada hal yang perlu ditangani lagi. Yakni sektor pertanian, karena sektor ini dinilai masih lemah padahal selama ini menjadi sektor utama yang digeluti masyarakat.

Sehari sebelumnya, pasnagan Agus Bastin-Yuli Hastuti memang menggelar deklarasi pencalonannya. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pendukung pasangan.

Juru bicara paslon, Yophi Prabowo mengatakan jika mereka memilih tanggal 17 Agustus untuk menggelar deklarasi karena dinilai menjadi momen bagus yakni Kemerdekaan. “Tentunya kita berharap supaya pasangan yang kita usung bisa mengambil hari yang baik supaya didukung dan dicintai masyarakat Kabupaten Purworejo,” kata Yophi.

Menurut Yophi, ketiga partai sepakat mengusung karena merupakan petahana karena dan diharapkan bisa melanjutkan pembangunan di Kabupaten Purworejo. Salah satu tagline yang diangkat untuk pasangan ini adalah “teklek kecemplung kalen, timbang golek aluwung balen (daripada mencari lebih baik kembali lagi)”.

Hingga saat ini tercatat ada tiga bakal pasangan calon yang akan berlaga dalam Pilkada 2020. Sebelumnya sempat berkembang ada 4 bapaslon yang akan tertarung, dimana ada 1 bapaslon indenden yang mendaftarkan ke KPU, namun pasangan tersebut terbentur dukungan.

Adapun bapaslon yang akan berlaga diluar Bastian Yuli adalah Kuswanto-Kusnomo serta Agustinus Susanti-Rahmad Kabuli Jarwinto. Pasangan terakhir ini diusung oleh PDI Perjuangan dan Gerindra serta PAN. Satu partai yang ada di DPRD Purworejo dan belum memberikan kepastian dukungan adalah Hanura. (udi)

Purworejo