RADAR JOGJA – Penyebaran Covid-19 terus terjadi di Purworejo. Pada Sabtu (15/8), kabupaten di barat DIJ itu mencatat rekor tertinggi. Sedikitnya 30 orang dinyatakan terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab. Sedang di Magelang, kepolisian memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di kampung.

Juru Bicara Protokol Covid-19 Purworejo, dr Tolkha Amaruddin mengungkapkan, semua kasus positif tersebut jsemuanya menjalani isolasi mandiri. Ini disebabkan tidak adanya keluhan yang terjadi pada tubuh mereka. “Yang menjadi catatan kami, dari angka itu, sebanyak 17 orang adalah pegawai yang nglaju,” ujar Tolkha, Minggu (17/8).

Mereka tercatat sebagai pegawai di berbagai sektor di wilayah Kabupaten Kebumen. Walau bekerja di luar kota, namun mereka tetap tinggal di wilayah Purwroejo. “Kami belum mengetahui terpaparnya mereka itu darimana. Untuk mengetahuinya perlu penindakan lebih jauh,” imbuh Tolka.

Dia memprediksi kemungkinan paparan itu bisa dari tempat mereka bekerja ataupun saat naik kendaraan umum. Sebagian besar pelajo ini memang menjadi pengguna rutin kendaraan umum jenis bus. “Di luar angka 17 orang itu, sebenarnya sebelumnya para penglajo Purworejo-Kebumen itu sudah ada yang terpapar,” katanya.

Menyikapi masih tinggi kasus positif, Tolkha meminta agar masyarakat jangan menilai enteng adanya penyakit tersebut. Dia menilai jika masyarakat sudah mulai abai terhadap Covid.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan mengaku sedang berupaya memperketat protokol kesehatan di kegiatan kampung. “Kalau ada kegiatan kami evaluasi. Kami pastikan protokol kesehatan bisa dilaksanakan,” jelasnya saat ditemui Minggu (16/8).

Pihaknya akan mensinergikan Babinkamtibmas dengan Babinsa dan Linmas. Ia menyadari personil dari kepolisian sangat terbatas. “Untuk mensinergikan kekuatan tersebut kami rumuskan bersama-sama langkah dan strategi serta sasaran di masing-masing kelurahan apa yang dilakukan,” jelasnya.

Hal pertama yang dilakukan yakni pemetaan data kasus positif dan suspek yang ada di tiap kelurahan. Tiap kelurahan akan mendapatkan penanganan berbeda. Tergantung tingkat resiko yang dimiliki.Setelah itu, akan melakukan pendataan kegiatan yang ada di masyarakat. Mulai dari rapat, arisan, dan berbagai kegiatan yang mengumpulkan massa akan didata. “Kalau ada kegiatan kami evaluasi. Kami pastikan protokol kesehatan bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono tetap menegaskan agar masyarakat tidak bepergian dan menerima tamu dari luar kota. “Kami mengimbau kepada masyarakat jangan ada yang menerima tamu dari luar apalagi nginep. Kami dari dinas kesehatan selalu memantau,” jelasnya. (asa/udi/pra)

Purworejo