RADAR JOGJA – Tertahan hingga hampir 6 bulan akibat Covid-19, showroom usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Purworejo berhasil diluncurkan. Momentum saat ini dinilai pas, karena pemberlakuan kebiasaan baru warga memiliki kelonggaran untuk memulai kegiatannya lagi.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan sektor industri, khususnya UMKM terkena dampak dari pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka tidak bisa melakukan aktivitas normal untuk menggerakkan roda perekonomian keluarganya. ”Banyak usaha yang terhenti dan perusahaan yang mengurangi karyawannya,” kata Agus Bastian saat launching keberadaan showroom UMKM di rumah dinas TNI Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (13/8).

Bupati optimis, ketangguhan pelaku UMKM akan tetap teruji. Sebab, mereka telah melalui ujian tersebut, seperti saat terjadi krisis moneter yang terjadi beberapa tahun lalu. ”Krisis moneter dulu, sektor UMKM sudah teruji karena mampu bertahan. Dan saat sekarang ini pun saya optimis UMKM akan bisa segera bangkit,” imbuh Bupati.

Diakui untuk mengembalikan kondisi seperti sebelum Covid-19 tidak mudah. Pelaku usaha, harus bisa melakukan terobosan guna mendukung eksistensi keberlanjutan usaha. Antara lain dengan mengoptimalkan pemasaran secara daring, inovasi produk sesuai selera pasar, efisiensi biaya produksi sesuai kebutuhan dan memperbanyak promosi melalui jejaring.

“Salah satu langkah yang kami (Pemkab) berikan kepada pelaku usaha ya seperti ini. Showroom UMKM, dimana akan memajang produk di tempat yang strategis dengan harapan akan mendukung pula pengembangan destinasi wisata di Purworejo,” imbuh Bupati.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Purworejo, Bambang Susilo melaporkan bahwa keberadaan showroom merupakan upaya untuk meningkatkan kembali semangat kebersamaan serta meningkatkan daya saing produk UMKM di Purworejo. “Showroom ini kami kerjasamakan dengan PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha) untuk mengelola dan menampung 144 produk,” kata Bambang.

Direktur PDAU Purworejo, Didik Prasetya Aji mengatakan pihaknya sudah memiliki konsep untuk pengembangan showroom tersebut. Tidak sembarang produk yang bisa ditampilkan, karena pihaknya mensyaratkan produk yang sudah memiliki Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) yang bisa dipajang.

“Kami mendorong agar pelaku UMKM juga peduli dengan perizinan yang ada. Konsep ruangan juga kami buat bersih dan rapi sehingga orang akan nyaman untuk berada dan berbelanja oleh-oleh di showroom ini,” kata Didik. (udi/bah)

Purworejo