RADAR JOGJA – Sedikitnya 690 destinasi wisata dan 103 hotel di Jawa Tengah terpaksa ditutup selama wabah Covid-19. Padahal, dari kedua usaha itu menjadi penghidupan dari 38.600 orang, dimana mereka memiliki anggota kelurga yang juga harus dihidupi.

“Target kunjungan wisatawan pun meleset jauh dimana dari target 20 juta wisatawan, hingga saat ini jumlah wisatawan yang datang baru sekitar 9 juta saja,” kata Wakil Ketua DPRD Purworejo saat mewakili anggota DPR RI dari Komisi X Bramantyo Suwondo dalam kegiatan Gerakan BISA (Bersih Indah Sehat dan Aman) yang diadakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Pantai Dewa Ruci, Purworejo, Senin (10/8).

Menurut Yophi, dampak lainnya juga memacetkan beberapa sektor pendukung seperti penyediaan akomodasi ataupun restoran serta jasa transportasi. Jika ditilik dari orang yang menggantungkan hidupnya, akan semakin tinggi lagi. “Adanya program BISA ini layak didukung karena menjadi upaya pemerintah untuk kembali menggairahkan dunia pariwisata di Indonesia, termasuk di dalamnya Purworejo,” imbuh Yophi.

Lebih jauh disampaikan jika upaya membuka kembali tempat wisata memang sudah mulai dilakukan. Namun, wisatawan juga memilih tempat-tempat yang sudah benar-benar menerapkan protokol kesehatan. “Pasca pandemi ini, tren wisata di alam akan menjadi primadona bagi wisatawan,” tambahnya.

Perwakilan dari Kemenperaf, Lanny Setiawati mengungkapkan saat ini pengelola wisata diajak untuk menerapkan kebersihan dan kesehatan di tempat wisata. Gerakan BISA itu sendiri dilakukan di beberapa tempat di seluruh Indonesia. “Di sini, kami memberikan berbagai alat pendukung untuk kebersihan lingkungan tempat sampah. Salah satunya adalah penyemprotan disinfektan ditempat wisata. Secara rutin secara seminggu sekali harus dilakukan,” kata Lanny.

Selain memberikan alat kebersihan, Kemenperaf juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mengikuti protokol kesehatan. Secara khusus, Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr Sudarmi dihadirkan untuk memberikan pemahaman mengenai protokol kesehatan serta perkembangan Covid-19 di Purworejo.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Agung Wibowo mengatakan tempat wisata memang menjadi salah satu bidikan masyarakat pasca tanggap darurat Covid-19 lalu. Tempat wisata menjadi tempat yang langsung dikunjungi setelah hampir 3 bulan, warga tidak melakukan aktivitas di luar rumah. “Satu bulan kemarin ini kunjungan ke tempat wisata naik sangat signifikan. Kami memang meminta tempat wisata memberlakukan protokol kesehatan. Dan jika mereka tidak mematuhi, kami tidak segan untuk melakukan penutupan,” kata Agung Wibowo. (udi/bah)

Purworejo