RADAR JOGJA – Pelajaran dengan sistem daring membuat siswa jenuh. Ada hal yang tidak bisa diperoleh siswa jika terus mengikuti pendidikan dengan sistem jarak jauh.

Hal itu disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK di Purworejo, Gandung Ngadina saat kegiatan koordinasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diadakan di Hotel Ganesha Purwroejo, Sabtu (8/8). Menurutnya, kegiatan pelajaran tatap muka harus bisa dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Kami memiliki rencana untuk tetap memulihkan KBM seperti biasa, khususnya saat praktik. Rencananya murid dalam satu kelas akan dibagi dua,” kata Gandung.

Adanya pertemuan langsung antara guru dan siswa, lanjutnya, bisa memberikan karakter dan skill bagi siswa. Karena dengan sistem daring, pemberian itu tidak bisa dilakukan. “Belajar itu tidak sekedar mengasah kecerdasan otak, tapi juga pendidikan karakter dan skill,” tambah Gandung.

Bupati Purworejo Agus Bastian yang hadir dalam kegiatan, mengatakan adanya wabah memang menjadikan anak rentan terpapar Covid-19. Khususnya bagi anak yang duduk di tingkat TK hingga SLTP. “Saya rasa untuk yang SMA dan SMK itu berbeda. Karena sudah bisa diajak untuk menjaga diri saat dilakukan tatap muka,” jelasnya.

Walaupun memberikan pintu untuk kegiatan tatap muka, namun Bupati Bastian tetap meminta agar protokol kesehatan tetap dipatuhi. Karena kepatuhan menjadi salah satu kunci untuk terhindar dari Covid-19.

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta agar siswa SMK di Purworejo disiapkan untuk bisa menangkap peluang. Peningkatan SDM menjadi kebutuhan, karena adanya proyek besar yang dibangun di sebagian wilayah di Kabupaten Purworejo. “Sehingga nantinya para lulusan SMK bisa diterima kerja pada ketiga bidang tersebut,” kata Bupati. (udi/bah)

Purworejo